BKSDA Sumut Minta THPS Kembalikan Sepasang Orang Utan Tangkapan Warga

TrubusNews
Syahroni
18 Juli 2018   22:00 WIB

Komentar
BKSDA Sumut Minta THPS Kembalikan Sepasang Orang Utan Tangkapan Warga

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sepasang orang utan Sumatera ditemukan di hutan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (14/7) silam. Sejak ditangkap warga, Boncel, orang utan jantan berusia 4 tahun serta Ina, orang utan betina berusia 8 tahun itu langsung dijemput pengelola Taman Hewan Pematang Siantar (THPS).

Selama 4 hari, orang utan itu dirawat di THPS. BKSDA Sumatera Utara (Sumut) kemudian meminta THPS segera menyerahkan sepasang orang utan Sumatera itu. Namun General Manager THPS, Khoiruddin mengharapkan BKSDA memberikan kesempatan kepada THPS untuk memelihara hewan primata tersebut.

Baca Lainnya : Di Tengah Ancaman Kepunahan, 2 Anak Orang Utan Ini Terlahir ke Dunia

"Memang sudah ada surat dari BKSDA untuk diserahkan. Tapi, kami kan juga lembaga konservasi. Jadi, kami juga memiliki fungsi untuk merawat dan mengembangbiakkan satwa. Kami bukan membantah, tapi kami memohon agar satwa itu berada di sini saja. Kami juga punya kelengkapan seperti dokter hewan, pakan, kandang yang layak," ujar Khoiruddin, Selasa (17/7) kemarin.

Saat disinggung kenapa tak langsung memberikan satwa tersebut, apakah menambah keuntungan, Khoiruddin menampik hal tersebut. Khoiruddin menilai keputusan BKSDA meletakkan hewan tersebut di lembaga konservasi Sibolangit tidak tepat.

"Sebenarnya kami rugi. Menambah pakan dan menambah perhatian. Karena kami lembaga konservasi, kami memiliki tanggung jawab. Apalagi, kami sebagai lembaga konservasi dalam negeri. Kenapa diletakkan di lembaga konservasi yang ditangani luar negeri," katanya.

Baca Lainnya : Kasihan, Dipelihara Warga, Anak Orang Utan Ini Terserang Gizi Buruk dan Cacingan

Khoiruddin juga mengatakan dengan kehadiran orang utan Sumatera menambah koleksi hewan di THPS. Selain itu, upaya pengembangbiakan juga bisa tercapai jika sepasang orang utan itu mereka pelihara.

"Kami di sini juga memiliki tiga orang utan Sumatera. Untuk mengbangbiakkan satwa ini sulit, harus yang seumuran. Nah, kami memelihara satwa yang seumuran. Bisa saja berkembangbiak," pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: