Di Roma, Menteri LHK Paparkan Status Hutan Indonesia dan Strategi Cegah Deforestasi

TrubusNews
Syahroni
18 Juli 2018   20:15 WIB

Komentar
Di Roma, Menteri LHK Paparkan Status Hutan Indonesia dan Strategi Cegah Deforestasi

Menteri LHK, Siti Nurbaya menghadiri Side Event the 24th Session Committee on Forestry (COFO-24) di Roma, Italia. (Foto : Doc/ KLHK)

Trubus.id -- Belum lama ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menghadiri Side Event the 24th Session Committee on Forestry (COFO-24) yang digelar di Roma, Italia. Dalam acara tersebut, Siti menyampaikan paparannya yang bertema 'The State of Indonesia Forest' (Status Hutan Indonesia) dihadapan peserta dari berbagai negara yang hadir.

Dalam pemaparannya itu, Siti menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmen yang kuat dalam mencapai demokrasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan melalui serangkaian tindakan kolektif dengan hasil positif.

Baca Lainnya : Antispasi Degradasi Lahan dan Bencana Hidrometeorologis, KLHK Luncurkan Tiga Peta Tematik

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga telah berperan dalam penyelesaian konflik hutan dan lahan (tenurial) serta mendukung mitigasi perubahan iklim atau National Determined Contribution (NDC). Selain itu, Indonesia juga telah menerapkan sistem pengelolaan hutan bersama masyarakat, termasuk komunitas adat untuk menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan penguasaan hutan tersebut.

"Saat ini terjadi pergeseran dari pendekatan berorientasi korporat, ke pendekatan berorientasi pada masyarakat dengan memastikan akses yang lebih adil ke sumber daya lahan dan hutan. Sehingga mendorong kemakmuran masyarakat," jelas Siti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/7).

Siti menjelaskan, KLHK selama ini telah melakukan tindakan korektif dalam mencapai demokratisasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan. hasilnya, tindakan itu berhasil mencegah penggundulan hutan (deforestasi) dan degradasi hutan.

"Tindakan korektif tersebut telah memberikan hasil yang signifikan dalam pencegahan deforestasi dan degradasi hutan melalui pengelolaan kebakaran hutan yang efektif, penangguhan izin pemanfaatan hutan baru pada hutan primer dan lahan gambut, serta penerapan sertifikasi pengelolaan hutan lestari dan sistem jaminan legalitas kayu," ujar Siti lagi. 

Baca Lainnya : KLHK Luncurkan 'Simply Red' Untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Acara yang diawali dengan sambutan dari Deputy Director General Programmer (DDG) FAO, Daniel Gustafson itu, memang dikhususkan guna membahas perubahan besar dalam pengelolaan hutan Indonesia menuju perspektif baru keberlanjutan dengan mengatasi masalah perubahan iklim, mengelola kelestarian hutan produksi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan ketersediaan lahan bagi masyarakat.

Beberapa tema kunci dalam acara tersebut, yaitu mempromosikan pengelolaan sumber daya hutan lestari, mencegah deforestasi dan degradasi hutan lebih lanjut, menyelesaikan konflik kepemilikan lahan hutan, melindungi keanekaragaman hayati dan mengelola ekosistem gambut dengan bijak, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta mempromosikan pengelolaan hutan berkelanjutan yang berorientasi pada masyarakat dengan partisipasi bisnis. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: