Guru Ngaji di Sukabumi Tewas Diserang Babi Hutan yang Masuki Pemukiman

TrubusNews
Syahroni
18 Juli 2018   19:45 WIB

Komentar
Guru Ngaji di Sukabumi Tewas Diserang Babi Hutan yang Masuki Pemukiman

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim kemarau, sumber air di dalam hutan mulai menipis. Dampaknya, banyak satwa liar yang mencari air hingga ke pemukiman warga. Dampaknya, acap kali konflik antara satwa liar dan manusia tidak bisa di hindari.

Di Sukabumi, Jawa Barat, peristiwa serupa juga terjadi. Kekeringan membuat kawanan babi hutan mendatangi kawasan pemukiman warga. Akibat kejadian ini, 2 warga jadi korbannya.

Padli (55) tewas usai diserang babi hutan yang mendatangi rumahnya, Rabu (18/7) pagi. Sementara Fahra (2,5), cucunya, terluka di bagian lengan akibat gigitan satwa liar itu.

Baca Lainnya : Diserang Gerombolan Babi Hutan, Petani Sawit di Mukomuko, Meregang Nyawa

Kapolsek Cikidang, AKP Kuswandar cerita, peristiwa terjadi di depan rumah Padli di Kampung Cimapag, RT 07/05, Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Sekitar jam 09.30 WIB, Ibah (45) mendengar suara gaduh dari depan rumahnya. 

"Istri korban mendengar suara gaduh di depan rumah, saat diperiksa ternyata dia melihat suaminya sedang di gigit babi hutan di bagian betis kiri dan kanan bergantian," jelas Kuswandar, Rabu (18/7) siang. 

Tidak jauh dari tempat suaminya tergeletak, Ibah melihat cucunya tersungkur dengan luka bekas gigitan di tangannya. Kawanan babi itu sendiri kabur usai melihat kedatangan Ibah dan para tetangga yang mendengar teriakannya.

Warga kemudian membawa Padli dan cucunya ke Rumah Sakit Palabuhanratu, Sukabumi.

"Korban yang berprofesi sebagai guru ngaji itu meninggal dunia di perjalanan, sementara cucunya saat ini telah mendapat penanganan medis di rumah sakit," tutur Kuswandar lagi.

Usai kejadian, warga bersama Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) sendiri sempat memburu kawanan babi yang telah merenggut nyawa Padli. Kepala FKSD, Okih Fajri menceritakan, dalam pengejaran itu pihaknya juga melibatkan anjing pemburu. 

Baca Lainnya : Diserang Buaya Liar, Selamat Nyaris Kehilangan Kaki Kirinya

"Personel kami yang juga anggota Perbakin akhirnya berhasil membunuh seekor babi dengan cara ditembak yang diduga menyerang korban," kata Okih kepada wartawan.

Okih mengakui, kawanan babi memang kerap mendatangi pemukiman warga di musim kemarau seperti saat ini. Mereka keluar hutan untuk mencari sumber air.

"Di sekitar lokasi kejadian memang masih terdapat hutan dan perkebunan yang berbukit. Pada musim kemarau ini biasanya sumber air kering sehingga babi dan hewan liar lainnya mencari air hingga ke permukiman warga," tutup Okih. [RN] 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: