Sepatu dari Limbah Plastik, Cara Perusahaan Ini Mengatasi Limbah di Lautan

TrubusNews
Diah Fauziah
18 Juli 2018   14:30 WIB

Komentar
Sepatu dari Limbah Plastik, Cara Perusahaan Ini Mengatasi Limbah di  Lautan

Benang yang digunakan untuk membuat sepatu ini terbuat dari sampah botol plastik. (Foto : Adidas)

Trubus.id -- Setiap tahun, sebanyak 12,7 juta sampah plastik masuk ke lautan. Sebuah fakta yang menyedihkan. Akibatnya, banyak orang peduli terhadap penggunaan sampah plastik sekali pakai. Beberapa restoran tidak lagi memberikan sedotan sekali pakai kepada pelanggannya.

Begitu juga dengan Adidas, perusahaan asal Jerman ini melakukan inovasi terbaru untuk mengatasi berbagai sampah plastik di laut. Dari markasnya di Herzogenaurach, Jerman, Mattias Amm telah memimpin sebuah upaya untuk mengembangkan berbagai alas kaki dengan plastik laut daur ulang.

"Kami sudah melakukan kerja sama dalam kemitraan dengan Parley for the Oceans, organisasi lingkungan yang bekerja untuk mengatasi ancaman besar terhadap lautan," kata Mattias.

Baca Lainnya : Ramah Lingkungan, Celana Olahraga Ini Bisa Didaur Ulang

Dengan memanfatkan limbah plastik, Adidas akan mengembangkan metode manufaktur baru berupa benang plastik laut. Dari Maladewa, tempat pengumpulan limbah milik Parley, sejumlah botol plastik yang setengah terkompresi dikirim ke pabrik di Taiwan untuk diparut menjadi serpihan kecil.

"Serpihan itu dibersihkan dan sebagian dicairkan menjadi butiran kecil yang dibentuk menjadi benang. Setelah itu, serpihan benang itu dipasok ke semua pabrik Adidas di seluruh dunia," jelas Mattias.

Untuk satu pasang sepatu, dibutuhkan 11 botol plastik daur ulang. Beberapa di antaranya menggunakan lebih banyak botol, sementara lainnya lebih sedikit, tergantung ukuran sepatu. Tidak hanya sepatu, benang plastik daur ulang itu juga digunakan untuk membuat pakaian.

Baca Lainnya : Karbon Dioksida Berpotensi Bisa Didaur Ulang Jadi Plastik Ramah Lingkungan

"Begitu Anda mendapatkan benang daur ulang, semua proses untuk membuat sepatu dan pakaian sama, tidak ada yang berbeda," tuturnya.

Ia melanjutkan, "Tidak 100 persen sama karena sifatnya sedikit berbeda, yakni peregangan benang. Pada dasarnya, kami telah merekayasa ulang program perajutan."

Salah satu varian jersey klub sepakbola Manchester United dibuat dari benang daur ulang yang berasal dari limbah botol plastik di Laut Maladewa. Mirip dengan jersey Real Madrid dan Beyern Munich.

"Mereka punya jersey tandang yang terbuat dari plastik daur ulang," beber Mattias.

Mattias yakin dan optimis jika ada banyak limbah di lautan yang bisa dikumpulkan untuk membuat produk ramah lingkungan. [DF]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: