Cari Alternatif yang Lebih Murah, Warga Serang Beralih Membeli 'Telur Rusak'

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Juli 2018   17:45 WIB

Komentar
Cari Alternatif yang Lebih Murah, Warga Serang Beralih Membeli 'Telur Rusak'

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Mahalnya harga telur di pasaran membuat sebagian masyarakat mulai mencari alternatif telur murah. Hal yang sama juga dilakukan warga Serang, Banten. Sebagai pengganti telur utuh yang harganya tinggi, banyak warga Serang yang mulai memburu telur rusak atau telur bentesan.

Masyarakat lebih memilih membeli telur yang cangkangnya rusak ini dengan alasan harganya jauh lebih murah. Contohnya, telur rusak yang di jual di Pasar Rau, Serang harganya hanya sekitar Rp23.000 sampai Rp25.000 per kilogram (kg). Sementara telur utuh dengan kondisi baik dihargai sekitar Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogramnya.

"Sekarang yang laku telur pecah, karena harga lebih murah sekitar Rp23.000 sampai Rp25.000 per kilo. Karena kalau buat makan kan bisa murah kalau yang biasa Rp29.000. Telur pecah malah banyak dibeli orang," ucap Muhi Efendi, penjual telur di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Selasa (17/7).

Baca Lainnya : Harga Telur Melambung Tinggi, Telur 'Rusak' Banyak Diburu Pembeli

Baca Lainnya : Meski Lebih Murah dari Telur Utuh, Telur 'Rusak' Berbahaya untuk Kesehatan

Muhi dan para pedagang di pasar Rau mengakui, kenaikan harga telur dimulai beberapa minggu belakangan usai Lebaran. Hingga saat ini pun, harganya masih terus naik.

"Tadi saya ngobrol sama peternaknya, masalahnya dolar mahal karena pakannya itu ngikutin nilai dolar AS yang naik, terus ayam yang sudah tua afkir sementara ayam muda lama bertelurnya," sambungnya.

Sementara itu, Manajer Operasional PT Pesona Banten Persana, Ali Faturrohman selaku pengelola Pasar Induk Rau, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menemukan sejumlah lapak pedagang yang menjual telur ayam tutup lantaran harganya melonjak. Meski begitu ia tak menampik jika ada kenaikan harga telur ayam di pasar Rau.

"Sepengetahuan kita untuk area pasar Rau walaupun harganya melonjak tidak ada yang tutup, cuma ada kejanggalannya pedagang yang biasanya dia tutup jam 12 dia tutup 10 mungkin karena stoknya minim," ujar Ali. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: