Begini Kronologi Pembantaian 292 ekor Buaya di Sorong Versi KLHK

TrubusNews
Syahroni
16 Juli 2018   22:15 WIB

Komentar
Begini Kronologi Pembantaian 292 ekor Buaya di Sorong Versi KLHK

Ratusan warga mengamuk dan membantai ratusan buaya di Sorong, Papua Barat. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Seorang transmigran asal pulau Jawa, tewas diterkam buaya di sebuah penangkaran di SP 1, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, Rabu (13/7) lalu. 

Dampak kejadian ini, puluhan warga mengamuk dan membunuh 292 ekor buaya di penangkaran yang dikelola CV MLA, Sabtu (14/7) lalu. Aksi ini dilakukan warga usai prosesi pemakaman korban.

Menurut informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), korban yang diterkam buaya itu awalnya masuk ke penangkaran.

Baca Lainnya : Terkam Sugito Hingga Tewas, Ratusan Buaya di Penangkaran Dibunuh Warga

"Ada problem, di situ lokasinya katanya ribut karena katanya di tengah-tengah permukiman. Kedua, ada orang masuk ke situ," ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno, Minggu (15/7/2018).

Laporan ini didapat Wiratno dari Kepala BBKSDA Papua Barat, Basar Manullang. Dalam laporan tersebut Basar mengatakan, pihak CV MLA selaku pengelola penangkaran menyatakan bahwa korban masuk secara ilegal ke penangkaran.

"Menurut pengakuan salah satu pegawai CV MLA, korban masuk tanpa izin. Di sekitar dan di dalam kolam tumbuh rumput dan kangkung. Kemungkinan korban mau ambil rumput dan kangkung tanpa memikirkan akibatnya," tulis Basar dalam laporannya yang diterima Wiratno.

Wiratno melanjutkan, korban saat itu masuk ke dekat kolam penangkaran buaya di mana di situ ada buaya indukan yang sedang ganas-ganasnya.

"Kolam berisi sepasang indukan dan berdasarkan informasi dari manajemen CV MLA hari Kamis 5 Juli lalu diberikan makan berupa anakan sapi yang baru mati," ujar Wiratno.

Wiratno melanjutkan, CV MLA sendiri telah datang dan memberikan uang santunan kepada keluarga korban, Sabtu (14/7) lalu saat korban dimakamkan. Namun usai pemakaman, warga langsung bergerak ke penangkaran dan melakukan aksinya itu. 

Baca Lainnya : KLHK: Ratusan Buaya yang Dibunuh Warga Sorong, Papua, Milik Pemerintah

"Seusai pemakaman sekitar pukul 11.15 WIT secara tidak terduga kelompok masyarakat sekitar 400 orang secara serentak bergerak menuju lokasi penangkaran CV. MLA dengan membawa senjata tajam, balok kayu, sekop," ujar Wiratno berdasarkan laporan Basar.

Basar mengatakan kelompok massa langsung melakukan perusakan kantor, mess dan membantai seluruh buaya yang ada di kolam pemeliharaan. 

"Dalam kerumunan massa ada Wakil Bupati Sorong (Pak Sunaryo) dan aparat Polsek namun tidak mampu berbuat banyak untuk menenangkan massa," tutur Wiratno. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: