KLHK: Ratusan Buaya yang Dibunuh Warga Sorong, Papua, Milik Pemerintah

TrubusNews
Syahroni
16 Juli 2018   20:15 WIB

Komentar
KLHK: Ratusan Buaya yang Dibunuh Warga Sorong, Papua, Milik Pemerintah

292 ekor buaya dibunuh warga Sorong, Papua Barat. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tewasnya seorang warga karena serangan buaya, memicu pembantaian 292 ekor buaya yang berada di sebuah penangkaran di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Peristiwa itu pun sontak menarik perhatian banyak orang, tak terkecuali Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

KLHK sendiri menyesalkan adanya peristiwa itu. Apalagi, buaya-buaya yang dibantai warga itu adalah buaya milik pemerintah. 

Baca Lainnya : Terkam Sugito Hingga Tewas, Ratusan Buaya di Penangkaran Dibunuh Warga

"Semua milik pemerintah. Indukan bisa diambil dari penangkaran lain ataupun bisa mengambil dari alam ketika masih muda," ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno, Minggu (15/7) kemarin.

Ia menjelaskan, seluruh satwa liar merupakan milik negara. Termasuk ratusan buaya yang ada di penangkaran yang dikelola oleh CV MLA itu.

"Semua satwa liar itu adalah milik kita (pemerintah)," kata Wiratno.

CV MLA sendiri selaku pengelola penangkaran, kata Wiratno, merupakan perusahaan yang mendapatkan izin untuk pengelolaan penangkaran buaya-buaya tersebut.

Baca Lainnya : 292 Ekor Buaya Dibantai Warga di Papua, Pelakunya Cuma Diancam Denda Rp300?

"Itu yang punya izin penangkaran buaya. Buayanya semuanya status hukumnya milik pemerintah. Misalkan orang utan itu milik pemerintah semuanya, walaupun sekarang ada di Taman Safari dan ada di mana-mana," ujar Wiratno.

Ia menegaskan, status hukum satwa liar adalah milik pemerintah. Pihak perusahaan selaku pengelola hanya memiliki izin dari pemerintah, dalam hal ini izin penangkaran pembesaran buaya. [RN]
  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: