BMKG Prediksi Titik-titik Rawan Kekeringan Ekstrem di DIY, Berikut Daftarnya...

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Juli 2018   19:45 WIB

Komentar
BMKG Prediksi Titik-titik Rawan Kekeringan Ekstrem di DIY, Berikut Daftarnya...

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau yang tengah terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan berlangsung sampai September 2018 mendatang.

BMKG juga telah mencatat sejumlah titik yang berpotensi terjadi kekeringan ektrem di wilayah tersebut. Berdasarkan pantauan BMKG, puncak musim kemarau di Yogyakarta berlangsung bulan Agustus hingga September dasarian II.

"Tapi masing-masing daerah berbeda, ini tergantung wilayahnya ada yang puncaknya Agustus dasarian II (11-20 Agustus) sampai September dasarian II, terutama di sebagian Kabupaten Gunungkidul yang kita waspadai," ungkap Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, di Yogyakarta, Senin (16/7).

Baca Lainnya : BPBD: Daerah Perbukitan di Bantul Rawan Kekeringan

Baca Lainnya : BPBD DIY: Bencana Kekeringan di Gunung Kidul Belum Emergency

BMKG bahkan memprediksi akan adanya sejumlah titik yang rawan terjadi kekeringan ekstrem hingga hidrometeorologis. BMKG memperkirakan, titik-titik tersebut sudah lebih dari 30 hari tidak turun hujan sama sekali.

Daerah yang tidak turun hujan berturut-turut lebih dari 60 hari meliputi Kabupaten Bantul (Kecamatan Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Pajangan, Pandak, Srandakan), Gunungkidul (Girisubo, Tanjungsari, Tepus), dan Kulon Progo (Galur, Lendah, Pengasih).

Sedangkan wilayah yang tidak hujan selama 30 sampai 60 hari diprediksi terjadi di Bantul (Bambanglipuro, Imogiri, Kretek, Piyungan, Pundong, Sedayu, Sewon), Gunungkidul (Gedangsari, Karangmojo, Paliyan, Panggang, Playen, Ponjong, Purwosari), Kulon Progo (Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh), Sleman (Berbah, Kebonagung).

“Bahkan ada yang lebih dari dua bulan tidak hujan sama sekali, wilayah itu sangat berpotensi terjadi kekeringan ekstrem,” tutup Djoko. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: