Tak Hanya di Riau, BMKG Juga Deteksi 16 Titik Panas Tersebar di Wilayah Aceh

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Juli 2018   17:15 WIB

Komentar
Tak Hanya di Riau, BMKG Juga Deteksi 16 Titik Panas Tersebar di Wilayah Aceh

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki puncak musim kemarau, titik api mulai banyak bermunculan di berbagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang sendiri kini mendeteksi 16 titik panas baru di wilayah Aceh.

Temuan ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad. Ia mengatakan, Senin (16/7) satelit mendeteksi 16 titik panas di Aceh.

“Dari jumlah total titik panas, 11 titik diantaranya memiliki tingkat kepercayaan karhutla di atas 50 persen,” ucapnya di Aceh Besar, Senin (16/7).

Baca Lainnya : BMKG Pekanbaru Deteksi 17 Titik Panas Rawan Karhutla

Baca Lainnya : Satelit BMKG Kembali Deteksi Lima Titik Panas yang Tersebar di Aceh

Lebih lanjut ia merinci, 11 titik panas yang rawan memicu terjadinya karhutla tersebar di empat titik berada di Kabupaten Aceh Besar yang terkosentrasi di tiga kecamatan, yakni Kotalue Janto dua titik, Kotaluecot Glie, dan Indrapuri masing-masing satu titik.

Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues masing-masing ditemukan tiga titik panas di tiga kecamatan, yaitu Pintu Rime Gayo tiga titik, Kute Panjang dua titik, dan Putri Betung satu titik. Sedangkan, Kabupaten Aceh Tengah terdeteksi satu titik panas di Kecamatan Bintang.

"Ada enam titik panas dari total 11 titik patut diduga sebagai titik api akibat karhutla, karena memilik persentase di atas 71 persen," paparnya.

"Keenam titik tersebut tersebar di empat kecamatan yakni tiga titik di Pintu Rime Gayo yakni 74, 78, dan 88 persen. Di Kotaluecot Glie 78 persen, Kuta Panjang 85 persen, dan Bintang miliki 88 persen," tutup Zakaria. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: