Kawal Pemotongan Kurban, Kementan Siapkan Ratusan Dokter Hewan

TrubusNews
Syahroni
14 Juli 2018   19:00 WIB

Komentar
Kawal Pemotongan Kurban, Kementan Siapkan Ratusan Dokter Hewan

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat meninjau kawasan Equestrian Pulo Mas, Jakarta Timur, Sabtu (14/7). (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah terus berupaya mengamankan venue equestrian atau pacuan kuda dalam menyambut perhelatan Asian Games 2018 dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengeluarkan larangan penyembelihan serta penampungan hewan kurban di sekitar equestrian Pulomas, Jakarta Timur.

Untuk itu, penyembelihan hewan kurban akan dilakukan di Rumah Potong Hewan yang telah disediakan. Kementerian Pertanian sendiri menyambut baik upaya tersebut. Bahkan Menteri Pertanian mengatakan, pihaknya juga akan menyediakan dokter hewan untuk mengawal proses pemotongan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH) di Jakarta.

Baca Lainnya : Jelang Asian Games 2018, Equestrian Disterilkan dari Hewan Kurban dan Delman

Salah satu RPH yang akan jadi perhatian khusus tentuya adalah RPH yang telah disiapkan untuk mengakomodasi kebijakan larangan pemotongan hewan kurban yang dikeluarkan Pemprov DKI.

"Ratusan dokter kami siapkan mengawal pemotongan-pemotongan, dan pemotongan harus di RPH kawasan tempat ini. Kami sudah sepakat dengan Pak Wagub (Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno) dan Pak Wali Kota (Wali Kota Jakarta Timur M Anwar)," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman setelah meninjau venue equestrian di Jakarta Equestrian Park, Jalan Pulo Mas Jaya, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (14/7).

Dokter-dokter hewan ini disebut Amran, disiapkan guna mengantisipasi adanya penyebaran penyakit oleh hewan kurban kepada kuda-kuda yang akan digunakan untuk bertanding dalam cabang olahraga berkuda.

"Ini jangan sampai ada penyakit atau apa," ujarnya lagi.

Baca Lainnya : Jelang Asian Games 2018, Equestrian Pulomas Harus Bebas dari Kambing, Sapi dan Kuda

Amran mengakui, hingga saat ini memang belum ada laporan terkait penyebaran penyakit hewan, terutama di kawasan Equestrian. Namun demikian, pihaknya mengaku akan terus melakukan monitoring hingga perhelatan Asian Games 2018 berakhir dan memastikan tidak adanya penyebaran penyakit hewan. 

"Kita meninjau harian, bukan bulanan. Harian kita monitor, kita bisa antisipasi lebih awal. Kita sudah bekerja satu tahun sebelumnya. Ini tim kami Pak Fajar sudah tahun bekerja, insyaallah aman," kata Amran. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: