Rusak Lingkungan, 2 Penambang Timah Ilegal di Babel, Diamankan

TrubusNews
Syahroni
14 Juli 2018   18:00 WIB

Komentar
Rusak Lingkungan, 2 Penambang Timah Ilegal di Babel, Diamankan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berbagai upaya penegakan hukum terus dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mencegah kasus kerusakan hutan dan lingkungan terus terjadi. salah satu langkah nyata yang baru dilakukan KLHK adalah dengan menindak tegas pelaku penambangan ilegal.

Di kawasan hutan produksi Sungailiat Mapur, desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, 2 penambang timah ilegal terpaksa diamankan. Keduanya diamankan petugas KHLK yang bekerjasama dengan Denpom DAM II Sriwijaya, Dinas Kehutanan Babel, dan kepolisian.

Baca Lainnya : Warga Tuntut Pemprov Maluku, Tindak Penambang Ilegal di Pulau Buru

Kedua pelaku berisnial HS dan P ini diringkus Rabu (11/07) kemarin berikut barang bukti berupa tiga unit alat berat, dan peralatan pertambangan lainnya. HS selaku pemilik tambang, saat ini telah ditahan di salah satu Rutan di Jakarta, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik PNS KLHK.

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda Sabtu (14/7) menyatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini guna mengungkap pihak lain yang terlibat. Tak hanya itu, pihak-pihak yang menghalangi proses penegakan hukum juga akan ditindak. 

"Kami akan berkoordinasi dengan aparat hukum lainnya. Harus ada efek jera," tegas Yazid.

HS diduga melanggar pasal 109 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan pasal 89 UU No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman sanksi penjara maksimal 15 tahun, dan denda maksimal sepuluh miliar rupiah.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono menyampaikan bahwa, kegiatan operasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, baik dari kegiatan penambangan ilegal, pengunaan kawasan secara tidak sah maupun kebakaran hutan.

Baca Lainnya : Belasan Penambang Pasir di Gunung Merapi Tertimbun Longsor, Salah Siapa?

"Pelaku penambangan ilegal harus ditindak tegas dan dihukum seberat- beratnya. Mereka tidak hanya merugikan negara, tapi mereka telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa. Ini kejahatan luar biasa," ucap Sustyo.

Selain itu, Sustyo juga mengapresiasi putusan Majelis Hakim PN Sungailiat, yang telah menghukum empat pelaku penambangan ilegal di Tahura Mangkol Kabupaten Bangka Tengah, dengan hukuman masing-masing 3 tahun penjara dan denda Rp 1,5 milyar. 

"Putusan ini harus menjadi peringatan bagi pelaku penambangan dan pemodal tambang ilegal lainnya," tuturnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: