Melebihi Ambang Batas Baku Mutu Udara WHO, KLHK Tetap Nyatakan Asian Games 2018 Aman Dilaksanakan

TrubusNews
Binsar Marulitua
13 Juli 2018   18:15 WIB

Komentar
Melebihi Ambang Batas Baku Mutu Udara WHO, KLHK Tetap Nyatakan Asian Games 2018 Aman Dilaksanakan

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, Dasrul Chaniago, di Gedung Manggala Wanabakti (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Meskipun baku mutu udara Ibu Kota berada di atas ambang batas ketetapan organisasi kesehatan dunia (WHO),  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai kualitas udara di Jakarta dan Palembang sudah memenuhi syarat dilangsungkan pagelaran Asian Games 2018, Agustus mendatang.

Melalui alat ukur Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berbasis pada parameter PM 2,5, KLHK mencatat selama bulan Juli 2018 konsentrasi rata-rata udara Jakarta berjumlah 61 mikrogram/M3 dan Palembang rata-rata 16,2 mikrogram/M3. 

Berdasarkan peraturan pemerintah No.41  tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara, baku mutu rata -rata harian untuk PM  2,5 adalah 65 mikrogram. 

Baca Lainnya : Penerapan Ganjil Genap Jelang Asian Games Mampu Perbaiki Kualitas Udara di Ibukota

"Parameter PM 2,5 adalah parameter untuk menghitung partikel terkecil yang bisa masuk ke paru paru atlet. Sedangkan standar umum yang digunakan WHO meliputi beberapa  No2,So2, Co2, hidrokarbon dan ozon.  Kemudian ada lagi parameter Metereologi antara lain Arah angin,kecepatan angin, curah hujan, suhu, " jelas Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, Dasrul Chaniago, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (13/7), 

Dasrul mengatakan, penyumbang partikel dari 61 m3 di Jakarta paling besar berasal transportasi umum dan timbal pembangunan infrastruktur dan buangan pabrik. Selain itu KLHK juga memonitoring antara 25 Mei 2017 sampai dengan 15 Juli 2017 dan 11 Mei sampai dengan 6 Juli 2018 melalui tiga segmen yakni 30 hari sebelum lebaran, masa cuti lebaran dan 15 hari setelah masa cuti lebaran. 

Pada tahun 2017, terjadi penurunan konsentrasi PM 2,5 sekitar 61,26 persen pada masa cuti lebaran. Setelah mas cuti lebaran, konsentrasi PM 2,5 hampir sama dengan sebelum cuti lebaran. Hal ini menunjukan konsentrasi kontribusi emisi kendaraan bermotor terhadap konsentrasi PM 2,5 di Jakarta sekitar 61,26 persen. 

Baca Lainnya : Pengendalian Pencemaran Udara Buruk, Pemprov DKI Jakarta Disomasi

Pada tahun 2018, terjadi penurunan konsentrasi PM 2,5 sebesar 33 persen pada masa cuti lebaran. Pada masa setelah cuti lebaran konsentrasi PM 2,5 naik kembali. Dibanding tahun 2017, penurunan konsentrasi PM 2,5 pada tahun 2018 lebih kecil. 

"Penurunan PM 2,5 melalui asap kemdaran bermotor mencapai 40-60 pesen. Itupun setelah adanya peraturan ganjil genap mobil. Kami mengusulkan kepada pemerintah jelang Asia Games mendatang juga menerapkan ganjil genap pada kendaraan bermotor, karena diperkirakan mampu mengurangi 40 persen konsentrasi dari partikel harian," tambahnya. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: