Kelembaban Gambut Berkurang, Pemantauan Titik Karhutla Ditingkatkan

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Juli 2018   22:00 WIB

Komentar
Kelembaban Gambut Berkurang, Pemantauan Titik Karhutla Ditingkatkan

Ilustrasi (Foto : pixabay)

Trubus.id -- Jelang perhelatan olahraga Asian Games 2018 yang akan berlangsung Agustus mendatang, pemerintah semakin gencar melakukan upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di wilayah Sumatera.

Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead menyebutkan, untuk menyukseskan perhelatan itu, pihaknya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau tingkat kelembapan lahan gambut yang rentan terjadi karhutla.

Baca Lainnya : Kondisi Lahan Gambut Kritis, Karhutla Makin Rawan di Riau

"Ini kerja tim. Ketika BMKG mengeluarkan prediksi, ini mau musim kemarau, dan arah angin ke sana ke sini. Dari situ ketahuan, kalau terjadi karhutla asapnya langsung mengarah ke mana. Kalau kesiapan patroli keamanan itu leading sektor di satgas," papar Nazir di Jakarta, baru-baru ini.

Meski begitu pihaknya menyatakan, terdeteksi sebanyak tiga titik api di Sumatra Selatan yang mendapatkan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

"Ini titik permukaan air tanah dan kelembaban, tiga titik yang kita pasang alat pemantauan, ini ada nama desanya, di OKI, kelembapan mencapai 100 persen," ucapnya.

Menurutnya batas aman kelembapan lahan gambut sehingga sulit terbakar yakni dengan tingkat kelembapan hingga 65 persen dan ketinggian air maksimal 40 sentimeter dari permukaan tanah. 

Baca Lainnya : Hadapi Kemarau Kering, KLHK Perketat Pencegahan Karhutla

"Jadi itu contoh yang masih aman. Ini yang harus kita jaga terus," tambahnya.

Sementara itu, tingkat kelembapan di Riau disebutnya telah mencapai 60 persen. Koordinasi pun terus dilakukan. Karena itu, ia akan kembali memantau kondisi kelembapan di Riau pada awal Agustus.

"Untuk memastikannya secara langsung, saya akan ke Riau bulan depan, harus waspada nih, karena sudah kering. Tapi kalau sudah kering, berarti harus banyak patroli," tegas Nazir. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jokowi: Sekarang Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Peristiwa   06 April 2020 - 17:02 WIB
Bagikan: