Meski Terus Diperangi, Jumlah Pengidap Stunting di Kaltim Terus Bertambah

TrubusNews
Ihsan Maulana
13 Juli 2018   15:00 WIB

Komentar
Meski Terus Diperangi, Jumlah Pengidap Stunting di Kaltim Terus Bertambah

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Di saat pemerintah tengah gencar memerangi stunting, kabar buruk justru datang dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. Yah, menurut catatan Dinkes Kaltim, angka pengindap stunting di wilayah itu tergolong masih cukup tinggi.

Dinkes Kaltin mencatat, jumlah anak usia di bawah lima tahun yang mengidap stunting masih sebesar 30,6 persen dari total balita pada 2017. Untuk itu, dibutuhkan penanganan intensif lebih lanjut oleh pihak terkait.

Baca Lainnya : Jokowi Ajak Bank Dunia, Gunakan Teknologi untuk Atasi Stunting

"Balita tumbuh kerdil (stunting) di Kaltim tiap tahun kami catat mengalami kenaikan, dari 26,7 persen pada 2015, menjadi 27,1 persen pada 2016, dan kembali naik menjadi 30,6 persen pada 2017," papar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kaltim, Meliana, Jumat (13/7).

Sebelumnya, ia juga mengatakan bahwa dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, kasus stunting tertinggi saat ini ada di Kota Bontang. Setiap tahunnya, angka stunting di Bontang sangat fluktuatif, pada tahun 2014 tercatat 16,1 persen, lalu menjadi 21,8 persen pada 2015, turun menjadi 20,4 persen di tahun 2016, dan naik menjadi 32,4 persen pada 2017.

Selanjutnya, daerah dengan stunting terbanyak kedua yaitu Kabupaten Kutai Timur, yang pada 2015 sebesar 30,2 persen, pada 2016 turun menjadi 29,8 persen, dan pada 2017 kembali naik menjadi 32,2 persen. Posisi tiga Kabupaten Penajam Paser Utara dengan persentase balita stunting pada 2017 sebesar 31,9 persen.

Baca Lainnya : 9 Juta Anak Indonesia Alami Stunting, Penangannya Harus jadi Prioritas Utama 

Diikuti Kabupaten Paser berada di urutan empat dengan angka stunting pada 2017 sebesar 31,8 persen. Dan posisi kelima ditempati Kabupaten Kutai Barat yang pada  2017 sebesar 31,5 persen. 

"Namun anak stunting dengan usia 0-59 bulan ini masih bisa ditangani dengan pemberian ASI eksklusif dan gizi seimbang, sedangkan untuk mencegah jangan sampai ada stunting, maka ibu mengandung tidak boleh kekurangan gizi, bahkan anak juga harus dipenuhi gizinya," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: