Bunuh Orang Utan dengan 130 Tembakan, Nasir Cs Diganjar Vonis Ringan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
12 Juli 2018   19:30

Komentar
Bunuh Orang Utan dengan 130 Tembakan, Nasir Cs Diganjar Vonis Ringan

Polisi melakukan gelar perkara kasus pembunuhan orang utan di desa Teluk Pandan, Kutai Timur. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kasus pembunuhan orang utan di desa Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur yang terjadi Februari 2018 silam, kini sudah mencapai babak akhir. Empat orang tersangka pembunuhan satwa dilindungi itu pun telah ditangkap polisi dan menjalani persidangan. 

Pengadilan Negeri Kutai Timur pun telah menetapkan Andi (37), Rustam (37), Muis (36) serta Nasir (55) sebagai terdakwa. Mereka terbukti bersalah dan divonis 7 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Vonis ini dijatuhi setelah mereka memberondong orang utan malang di desa Teluk Pandan dengan 130 peluru senapan.

Baca Lainnya : Jasad Orang Utan Tanpa Kepala Diautopsi BKSDA Kalimantan Tengah

Selain ke empat tersangka, Polres Barito juga sebelumnya telah menetapkan dua tersangka kasus pembunuhan orangutan yang ditemukan tanpa kepala, di Jembatan Kalahien, Barito Selatan, Kalimantan Tengah pada Januari 2018 silam. 

Pengadilan Negeri Buntok menyatakan dua terdakwa, Muliyafi dan Tamorang, terbukti melakukan tindak pidana membunuh satwa dalam keadaan hidup, dan memvonis keduanya 6 bulan penjara berikut denda Rp 500.000 subsider 1 bulan.

Meski vonis sudah ditetapkan atas 2 kasus pembunuhan satwa dilindungi ini, namun vonisnya masih dinilai terlalu ringan. Hal itu disampaikan Manajer Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP), Ramdhani, Rabu (11/7) petang. Dhani mengatakan, vonis majelis hakim yang dinilai sangat ringan pada kedua kasus tersebut tidak bisa menimbulkan efek jera bagi para pelaku penganiayaan satwa dilindungi.

"Sehingga menimbulkan kekhawatiran tidak adanya efek jera bagi pelaku maupun masyarakat lainnya," ujar Ramadhani.

Ia juga menilai, hakim tidak mempertimbangkan efek kerugian nilai dari upaya pelestarian orang utan di Taman Nasional Kutai (di Kutai Timur) yang dilakukan sudah sejak lama. 

Baca Lainnya : Orangutan Mati Dibedil Ratusan Peluru, Aktivis Sebut Kasus Itu Puncak Gunung Es

Ramadhani juga mengingatkan, UU No 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, hendaknya benar-benar menjadi acuan.

"Semestinya undang-undang itu dipandang sebagai undang-undang yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan konservasi di Indonesia," tegas Ramadhani.

Pun demikian, COP mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang dengan cepat menuntaskan kasus ini.

"COP mengucapkan terima kasih atas kerja cepat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan orangutan ini," ujar Dhani lagi.  [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: