Waspada, Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Sampai 99 Kali Sehari

TrubusNews
Syahroni
12 Juli 2018   17:30 WIB

Komentar
Waspada, Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Sampai 99 Kali Sehari

Gunung Anak Krakatau. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Setelah cukup lama tampak tenang, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung kembali menunjukkan aktivitasnya Rabu (11/7) kemarin. Bahkan menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sepanjang Rabu kemarin, Gunung Anak Krakatau tercatat sudah meletus sebanyak 56 kali. 

Tinggi letusan Gunung Anak Krakatau ini sendiri bervariasi. Mulai dari 200 meter hingga 1000 meter di atas kawah. Dalam keterangan persnya, Kepala Pusat Data Informasi dan humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan yang terjadi sepanjang Rabu tercatat terjadi dengan amplitudo 25-53 mm dan durasi letusan 20-100 detik.

Sutopo juga menyebut, letusan yang terjadi juga disertai dengan lontaran abu vulkanik, pasir dan suara dentuman. Bahkan pada malam hari, letusan teramati berupa sinar api dan guguran lava pijar. Ada sekitar 141 embusan dengan durasi 20-172 detik. 

Menurut catatan, sehari sebelumnya atau Selasa (10/7), Gunung Anak Krakatau juga tercatat meletus sebanyak 99 kali dengan amplitudo 18-54 mm dan durasi letusan 20-102 detik. Hembusan tercatat 197 kali dengan durasi 16-93 detik. Letusan disertai suara dentuman sebanyak 10 kali yang menyebabkan kaca pos pengamatan gunung bergetar. 

Baca Lainnya : Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 1 Km

Sutopo menyebut, letusan Gunung Anak Krakatau sudah berlangsung sejak tanggal 18 Juni 2018 silam karena peningkatan aktivitas vulkanik.

"Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi letusan. Namun demikian status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (level 2). Tidak ada peningkatan status gunung," demikian tulis Sutopo.

Status Waspada telah ditetapkan sejak 26 Januari 2012 dan masih berlangsung hingga sekarang. Status Waspada berarti bahwa aktivitas vulkanik di atas normal sehingga terjadinya letusan dapat terjadi kapan saja. Namun, letusan tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1 km dan tidak membahayakan penerbangan pesawat terbang juga jalur pelayaran di Selat Sunda. 

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang karena para petugas dari BPBD Provinsi Banten, BPBD Provinsi Lampung, PVMBG dan BKSDA sudah mempersiapkan langkah antisipasi.

"Yang penting masyarakat mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dari puncak kawah. Di luar itu aman. Justru dapat menikmati fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau dari tempat aman," tulis Sutopo. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: