Mulai 1 Agustus, Izin Pendakian Gunung Slamet Wajib Sertakan Surat Dokter

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
12 Juli 2018   07:30

Komentar
Mulai 1 Agustus, Izin Pendakian Gunung Slamet Wajib Sertakan Surat Dokter

Basecamp pendakian Gunung Slamet via Posko Bambangan. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebuah peraturan baru diterbitkan pengelola pendakian Gunung Slamet via Posko Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Peraturan baru ini diberlakukan terkait keselamatan para pendaki yang ingin menuju puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.

Yah, mulai 1 Agustus 2018, setiap pendaki yang ingin memuncaki Gunung Slamet via Posko Bambangan, diwajibkan menyertakan surat keterangan sehat dari dokter yang harus dilampirkan sebelum pendakian dimulai.

Baca Lainnya : Pemulihan Belum Selesai, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Sudah Dibuka Lagi

"Itu (surat dokter) akan mulai diberlakukan 1 Agustus mendatang, setiap pendaki wajib menunjukan surat keterangan dokter. Maksimal surat dibuat tiga hari sebelum pendakian," kata Slamet Ardiansyah, pengelola pendakian Gunung Slamet kepada wartawan di Pos Pendakian Bambangan, Rabu (11/7).

Slamet menuturkan, peraturan ini diuat karena sebelumnya banyak peristiwa tidak diinginkan terjadi karena kondisi kesehatan pendaki yang tidak diketahui atau dilaporkan sebelum pendakian. 

Karena itu, dengan melampirkan surat keterangan sehat dari dokter, resiko kecelakaan ataupun musibah akibat kesehatan pendaki bisa diminimalisir. 

"Surat keterangan sehat dari dokter ini merupakan upaya meminimalisir adanya peristiwa atau kecelakaan para pendaki yang disebabkan karena faktor kondisi badan," ujarnya lagi.

Ia menerangkan, surat keterangan sehat dapat dibuat dari dokter pribadi, rumah sakit maupun Puskesmas. Melalui surat keterangan sehat itu, bisa diketahui bagaimana kondisi fisik para pendaki. Bila kondisinya tidak memungkinkan maka pendaki tidak akan diizinkan melakukan pendakian.

Baca Lainnya : Api Sudah Dipastikan Padam, Jalur Pendakian Gunung Lawu Dibuka Kembali

"Intinya surat dibuat sekurang-kurangnya tiga hari sebelum melakukan pendakian. Ada contoh juga beberapa waktu lalu, beberapa remaja mendaki tanpa izin orang tua, orang tua menyusul ke basecamp, akhirnya dari SAR menjemput ke atas," ujarnya.

Peraturan tersebut sengaja diberlakukan mulai Agustus karena pada pada bulan tersebut biasanya terjadi peningkatkan jumlah kunjungan pendakian ke Gunung Slamet. Peningkatan terutama pada momen 17 Agustus karena kegiatan upacara di puncak gunung tersebut. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


irman maulana 13 Juli 2018 - 15:45

Ribet sekarang, mau naek gunung aja

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: