6 Harimau Diduga Berkeliaran di Dekat Pemukiman Warga Kampar, Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
11 Juli 2018   15:15

Komentar
6 Harimau Diduga Berkeliaran di Dekat Pemukiman Warga Kampar, Riau

Jejak harimau sumatera yang ditemukan dekat pemukiman warga Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Masyarakat di Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau, dalam beberapa hari belakangan resah. Jejak-jejak yang diduga menjadi penanda kemunculan Harimau Sumatera, tersebar di perkebunan karet milik mereka. Karena itu, warga tak berani beraktivitas seperti biasanya.

​​​​Yang membuat warga semakin takut, muncul desas-desus yang menyebut kalau ada sekitar 6 harimau keluar dari hutan dan masuk ke perkebunan. Karena itu, untuk memastikannya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengirim tim ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.

"Sampai saat ini belum ada laporan, lokasinya cukup jauh, susah berkomunikasi," kata Kabid Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo ketika dihubungi wartawan, Rabu (11/7) pagi.

Baca Lainnya : BBKSDA Pasang Kamera Intai, Guna Melacak 2 Harimau Sumatera di Inhu

Karena belum ada laporan dari lapangan, Hutomo belum bisa memastikan apakah jejak-jejak yang ditemukan warga itu jejak harimau. BBKSDA juga belum menentukan langkah selanjutnya, apakah memasang kamera intai atau perangkap, karena menunggu laporan pasti.

"Setelah ada laporan nanti dan aktivitas kemunculan meningkat, baru dipasang kamera intai," katanya.

Sementara itu, terkait temuan jejak oleh warga itu, Hutomo menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas di kebun. Apalagi, lokasi temuan jejak itu berada di wilayah perbukitan dan sepi dari manusia karena hanya ada kebun serta beberapa pemukiman.

"Memang laporan temuan jejak itu berada di kebun dan rumah di atas bukit," kata Hutomo.

Sebelumnya, warga setempat, Imar dan Ikhsan menyebut jejak-jejak harimau pertama kali ditemukan pada Rabu, 4 Juli 2018. Jejak itu terlihat di jalan perkebunan menuju pemukiman penduduk.

"Jejak itu berjarak sekitar 50 meter dari rumah saya," kata Imar kepada wartawan.

Menurut Imar, saat ini para petani di desa tersebut dibuat resah dan was-was dengan penemuan jejak. Akibatnya banyak warga yang tidak berani ke kebun karet terlalu pagi.

Baca Lainnya : Warga Indragiri Hulu Resah, Ada Harimau Liar Berkeliaran Dekat Pemukiman Mereka

"Sekarang baru siang warga di sini pergi  ke kebun," katanya.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan terhadap hewan buas itu sebelum ada petani atau warga yang menjadi korban.

"Kita tidak tahu sampai kapan para petani akan bekerja dalam keadaan khawatir seperti ini," ucapnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: