Gunung Timau, NTT Siap Dibuka Jadi Destinasi Wisata Keantariksaan

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Juli 2018   16:30 WIB

Komentar
Gunung Timau, NTT Siap Dibuka Jadi Destinasi Wisata Keantariksaan

Kawasan Pegunungan Timau (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kawasan Gunung Timau di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi lokasi Observatorium Nasional oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), kini siap dibuka menjadi kawasan wisata sekaligus menjadi pusat penelitian dan teknologi keantariksaan. Bupati Kupang, Ayub Titu Eki membenarkan rencana Pemkab Kupang tersebut.

“Pemerintah sangat mendukung gagasan pegunungan Timau untuk dijadikan kawasan wisata sekaligus pusat penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi,” ucapnya di Eslamasi, NTT, Rabu (11/7).

Lebih lanjut ia mengatakan rencana tersebut bisa meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Lainnya: Kupang Adopsi Program Restorasi Desa Bina Swadaya

Lebih lanjut Ayub mengatakan, kawasan pegunungan Timau diprediksikan akan berkembang pesat dengan kehadiran wisatawan dan peneliti astronomi dari segala pelosok dunia untuk melakukan pengamatan antariksa dari kawasan pegunungan Timau yang merupakan observatorium terbesar di Asia Tenggara.

Untuk itu, ia berharap masyarakat Kecamatan Amfoang Tengah, mulai berbenah diri menghadapi pesatnya pembangunan di kawasan Amfoang Tengah, setelah Observatorium Nasional Timau selesai dikerjakan pada 2019 mendatang.

“Masyarakat harus mulai menanam berbagai komoditi pertanian dan buah-buahan segar agar bisa dikonsumsi para wisatawan yang datang, sehingga para wisatawan tidak perlu membawa makanan dari Kota Kupang ketika datang beriwisata ke pegunungan Timau," papar Ayub.

Pihaknya juga optimis pembangunan ekonomi masyarakat di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu akan bergerak cepat setelah kawasan Timau menjadi kawasan wisata dan pusat penelitian astronomi setelah adanya Observatorium Nasional milik pemerintah Indonesia.

Baca Lainnya: Kupang Masifkan BUMdes Demi Bangun Desa

Ayub berharap masyarakat Timau bisa menjaga kelestarian kawasan pegunungan Timau dengan tidak membuka ladang dengan cara membakar serta merusak lingkungan kawasan hutan pegunungan Timau.

Pihaknya juga senatiasa memberikan peringatan agar masyarakat tidak merusak kawasan hutan Timau karena dampaknya akan berpengaruh pada hasil pengamatan antariksa dilakukan para ahli astronomi.

“Biarkan kawasan ini seperti saat ini tetap bersih dari polusi," tutup Ayub. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2019

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:47 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: