Serangan Air Putih Sebabkan Ribuan Ikan Mati di Boyolali dan Sragen

TrubusNews
Thomas Aquinus
10 Juli 2018   09:00 WIB

Komentar
Serangan Air Putih Sebabkan Ribuan Ikan Mati di Boyolali dan Sragen

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Para petani ikan di Waduk Kedungombo, Kabupaten Boyolali dan Sragen saat ini sedang mengeluh. Hal tersebut disebabkan ribuan ikan yang mereka pelihara di karamba apung mendadak mati. Kematian mendadak tersebut disebabkan oleh serangan upwelling atau yang lebih dikenal dengan istilah air putih.

Guna  menghindari kematian yang lebih banyak, para petani keramba harus menggeser keramba apungnya ke lokasi lain. Di Kabupaten Sragen, ‘air putih’ menyerang karamba milik petani di Kecamatan Sumber Lawang. Salah satu petani di Dusun Boyolayar Anton Setiawan mengatakan, para petani saat ini merasa khawatir dengan merebaknya air putih.

Baca Lainnya : Jadi Komoditas Ekspor, Pemerintah Berharap Komitmen Dunia pada Pengelolaan Ikan Karang

"Kami was-was sejak adanya air putih, ikan kami banyak yang mati mendadak. Biar aman harus kami geser ke lokasi lain," ujar Anton.

Akibatnya, keramba miliknya yang sebelumnya berada di Desa Jatisongo, Sumber Lawang. Saat ini keramba yang berisi 40 kolam itu, harus digeser dan didorong dengan perahu ke wilayah Boyolayar.

"Untuk menggeser keramba apung itu dibutuhkan waktu selama 6 jam dengan didorong 5 perahu besar," katanya.

Baca Lainnya : Awas, Piara Ikan Berbahaya Bisa Kena Sanksi Penjara

Namun, kendati mengalami serangan air putih, para petani didesanya, dinilai masih beruntung. Karena serangan yang lebih parah terjadi pada keramba milik petani di wilayah Wonoharjo, Kabupaten Boyolali.

"Iya kami lebih beruntung, tapi harus tetap waspada terhadap air putih. Kedatangan air putih tidak bisa diprediksi. Untuk menyelamatkan ikan-ikan kami harus menggeser keramba ke lokasi lain," katanya.

Baca Lainnya : Kementerian Kelautan dan Perikanan Bantu Petambak Udang di Kalbar

Menurut Ketua RT 27 Dusun Boyolayar, Harwito, peristiwa yang menimpa para petani keramba di wilayahnya tidaklah separah seperti yang terjadi di Boyolali. Pihaknya berjanji untuk tetap terus memantau kondisi keramba bersama petani lainnya untuk menghindari ancaman air putih.

"Kita terus pantau bersama biar serangan air putih tidak sampai ke sini," tutup Harwood. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: