Badan POM Buka Suara Terkait Produk SKM

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Juli 2018   18:15 WIB

Komentar
Badan POM Buka Suara Terkait Produk SKM

Badan POM mengadakakan konferensi pers terkait produk SKM (Foto : Foto: Humas Badan POM)

Trubus.id -- Susu kental manis (SKM) menjadi salah satu produk yang tak terpisahkan bagi masyarakat. Karena rasanya yang enak dan harganya yang lebih murah ketimbang susu bubuk.

SKM sendiri terdiri dari beberapa karakteristik dasar seperti memiliki kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen serta kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen (plain).

Defisini Badan POM tersebut semakin menguatkan aturan-aturan produk sejenis lain tentang susu kental manis yang sudah terbit di tahun-tahun sebelumnya.

Terkait karakteristik dasar tersebut, jika dilihat dari karakteristik dasar, sejumlah kalangan menyebut bahwa produk SKM tidak masuk ke dalam kategori susu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Kepala Badan POM RI Penny Lukito menegaskan, produk SKM merupakan produk yang mengandung susu.

“Terkait susu Kental manis itu sudah jelas, susu kental manis merupakan produk yang mengandung susu yang diperuntukkan sebagai pelengkap sajian, jadi bukan produk susu yang digunakan sebagai pemenuhan asupan kebutuhan gizi, terutama untuk bayi, apalagi penganti ASI,” jelas Kepala Badan POM RI, Penny Lukito ketika melakukan konferensi pers di Aula Gedung C BPOM, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Baca Lainnya: BPOM Hapus Kata 'Susu' dari Produk 'Susu Kental Manis', Ini Tanggapan Menkes

Lebih lanjut Penny menegaskan, susu kental manis bukan bagian dari susu yang mengandung nutrisi yang memenuhi kandungan sebagai nutrisi, dan ini sudah sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional.

“Produk SKM tidak berbahaya, namun dalam perjalanan post market/pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM, bahwa ditemukan ada beberapa iklan  dan label pada produknya,” paparnya.

Menurutnya ada persepsi salah yang diberikan pada iklan yang dilakukan beberapa pelaku usaha, bahwa SKM ini bisa jadi pengganti susu bernutrisi.

“Ini persepsi yang salah pada masyarakat,” terang Penny.

Untuk itu, Kepala Badan POM mengatakan SKM tidak diperuntukkan anak di bawah lima tahun. Begitu pula pada iklan, produsen dilarang untuk menggunakan visualisasi anak-anak.

Baca Lainnya: Heboh Produk Kental Manis Membohongi Masyarakat, Ini Kata Anggota DPR Komisi IX

"Tidak boleh ada anak kecil di bawah lima tahun di iklan. SKM itu hanya untuk pelengkap sajian, itu memang susu tapi untuk pelengkap," tegas Penny lagi.

Lebih lanjut Penny mengatakan Badan POM dalam hal ini sebagai Pengawas Obat dan Makanan melakukan pengawasan mulai dari produksi sampai peredaran produk, Badan POM juga melakukan pengawasan, inspeksi, atau yang pada intinya memonitor dan memastikan produk yang beredar itu sesuai pada standar yakni aman, bermutu, bernutrisi.

“Terkait dengan susu kental manis adalah kaitannya dengan nutrisi, kandungan, manfaat dari susu kental manis, Badan POM tentunya sudah membuat dengan standar-standar dan aturan (standar keamanan pangan) yang berlaku secara internasional yang menjadi kesepakatan,” tutupnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: