3 Mahasiswa ITS Ciptakan Penghasil Energi Pengganti Zat Kimia dari Tomat

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
09 Juli 2018   21:30

Komentar
3 Mahasiswa ITS Ciptakan Penghasil Energi Pengganti Zat Kimia dari Tomat

3 Mahasiswa ITS Ciptakan Penghasil Energi Pengganti Zat Kimia dari Tomat (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tomat kini tidak hanya dipandang sebagai pelengkap pangan yang lezat dan kaya nutrisi. Di Surabaya, buah serbaguna ini berhasil dimanfaatkan oleh tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai penghasil energi. 

Tiga mahasiswa Departemen Kimia ITS yang menciptkan inovasi  tersebut bernama  Febrilia Agar Pramesti, Abduh Muharram Chairacita, dan Putri Augista Nur Azizah. Mereka menciptakan baterai gel memanfaatkan sari buah tomat sebagai pengganti zat kimia berbahaya pada baterai.

Pengarah dari karya inovasi tersebut, Randy Yusuf Kurniawan mengatakan dalam komposisinya, baterai memiliki elektrolit (zat kimia) yang berbahaya bagi lingkungan, seperti lithium dan timbal. Terlebih, jika zat tersebut bereaksi akan menimbulkan ledakan dan keracunan pada tubuh.

Baca Lainnya: Hebat, Pelajar Ini Ciptakan Penetralisir Limbah Laut dari Cangkang Kerang

"Buah tomat berasa asam tersebut diukur keasamannya melalui kadar vitamin C dan menghasilkan 10-40 miligram vitamin C per 100 gram tomat. Tomat yang menjadi bahan uji adalah tomat mentah sampai masak dengan mengambil sari tomat terlebih dahulu dengan cara dijus kemudian diuji," katanya.

Dia menjelaskan, asam sebagai sumber proton, ketika bereaksi dengan elektroda menghasilkan elektron yang mengalir ke sirkuit luar sehingga terjadi aliran listrik.

"Tetapi, sari tomat tersebut masih berbentuk cairan, di mana elektrolit yang berupa cairan menghasilkan tegangan listrik yang kecil," ujarnya.

Hasilnya sebelum dirangkai menjadi baterai, sari tomat ditambahkan biopolimer berupa agarose untuk menjadi elektrolit berbentuk gel. Penambahan agarose mampu meningkatkan densitas atau kerapatan elektrolit.

"Rapatnya elektrolit membuat nilai tegangan listik menjadi tinggi," ujar mahasiswa pascasarjana ITS asal Surabaya itu.

Baca Lainnya: Mentan: Pertanian Zaman Now Sangat Menjanjikan

Sementara itu, ketua tim kelompok itu, Febrilia Agar Pramesti mengatakan tegangan listrik yang dihasilkan dan diperoleh yakni 1 volt dengan memberikan perlakuan melalui perbandingan volume sari tomat dan agarose encer sebesar 1:2. Sedangkan untuk agarose encer sendiri dibuat dengan melarutkan biopolimer agarose ke dalam air dengan perbandingan volume 1:3.

"Nilai tegangan 1 volt yang dihasilkan itu hanya dalam skala kecil. Bisa jadi jika dilakukan scale up atau pembesaran skala volume, tegangan listrik pada baterai gel ini akan lebih besar," katanya.

Baterai gel dari buah tomat ini juga dinilai tim mampu menghasilkan tegangan dan arus yang sangat stabil. "Kami menjalankan baterai selama 30 menit, tegangannya menjadi 0,985 volt, hanya selisih 0,015 volt saja, selisih ini sangat sulit diperoleh pada penelitian baterai umumnya," ujar Febri.

Melalui inovasi ini pun, tim berharap baterai gel dari buah tomat ini bisa digunakan oleh masyarakat sebagai baterai yang ramah lingkungan, serta mampu mengantarkan timnya untuk lolos bertarung di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 yang bakal digelar bulan Agustus mendatang di Yogyakarta. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: