Feses Gajah Bisa Jadi Bahan Baku Kertas Daur Ulang, Loh

TrubusNews
Ayu Setyowati
09 Juli 2018   18:30 WIB

Komentar
Feses Gajah Bisa Jadi Bahan Baku Kertas Daur Ulang, Loh

Gajah merupakan hewan herbivora. Berkat pola makannya yang hanya mengonsumsi tumbuhan, feses dari hewan berbelalai panjang ini mengandung serat tinggi serta kaya akan selulosa (komponen utama bahan baku kertas). (Foto : LeonardoDicaprio.org)

Trubus.id -- Begitu banyak berita mengenaskan tentang kematian gajah karena perburuan liar. Binatang dilindungi ini kerap diburu karena dianggap hama atau untuk diambil gadingnya. Padahal, gajah sebenarnya hewan yang bersahabat dan juga berguna untuk kelestarian bumi. Kotoran gajah dapat dimanfaatkan untuk membuat kertas daur ulang.

Inovasi ini menawarkan alternatif dan sumber daya yang lebih sederhana dibandingkan proses pembuatan kertas menggunakan kayu. Bahkan, metode terbaru pembuatan kertas ini sudah dipublikasikan di American Chemical Academy dan telah diadaptasi oleh para pelaku bisnis kertas di dunia, termasuk Indonesia.

Ada Apa di Feses Gajah?

Gajah merupakan hewan herbivora. Berkat pola makannya yang hanya mengonsumsi tumbuhan, feses dari hewan berbelalai panjang ini mengandung serat tinggi serta kaya akan selulosa (komponen utama bahan baku kertas). Tidak semua feses hewan pemakan tumbuhan bisa diolah kembali menjadi produk daur ulang. Contohnya, feses sapi yang sangat halus dan tak berserat. Gajah ini pengecualian.

Baca Lainnya : Tidak Hanya di Indonesia, Konflik Gajah dan Manusia Juga Terjadi di Thailand

Menurut Andrew Bismarck, doktor filsafat di Universitas Wina, Austria, dengan sejumlah tahapan tepat, kertas yang dihasilkan dari proses daur ulang feses gajah, jauh lebih kuat dan multifungsi daripada kertas konvensional.

“Bayangkan jika metode ini diterapkan di pusat cagar alam gajah. Akan ada jutaan pohon di hutan yang bisa kita selamatkan dari limbah gajah yang bermanfaat,” ujar Andrew.

Proses mendaur ulang limbah gajah dilakukan secara modern dan bersih. Tahapan paling penting adalah memisahkan serat di feses dengan komponen feses lain menggunakan air. Tak hanya disterilisasi sehingga bebas mikroorganisme berbahaya, bahan kertas juga dihilangkan dari bau yang tidak sedap. Setelah itu baru diolah seperti mengolah kertas dari kayu.

Baca Lainnya : Akhiri Perburuan Gajah, 563 Kilogram Gading Dimusnahkan di Prancis

Tingginya kadar serat dalam feses gajah membuat kertas yang dihasilkan memiliki tekstur lebih kasar dan tebal. Selain itu, kertas ini tak ada bedanya dengan kertas lain. Penggunaan campuran bubur kertas pun menjadikan kertas daur ulang ini seputih kertas pada umumnya.

Potensi Bisnis Kertas Daur Ulang dari Limbah Gajah

Saat pemburu ilegal gencar mengincar gading gajah, tidak demikian dengan pelaku bisnis kertas daur ulang. Mereka justru mengincar fesesnya. Para pebisnis ini tersebar di penjuru dunia, mulai dari Kenya, Sri Lanka, Thailand, hingga Indonesia.

Menurut John Matano, pengusaha dari Kenya, bisnis kertas daur ulang dari feses gajah sangat mendulang untung. Kertas yang dihasilkan dari feses gajah terbilang sangat baik. Bisnis Nampath Paper yang ia geluti, tidak hanya membuka peluang kerja bagi 42 orang pegawai, tapi juga menghasilkan profit sebesar US$23.000 atau sekitar Rp325 juta per tahun.

Baca Lainnya : Ilmuwan Buktikan Gajah Berkomunikasi dengan Hentakan Kaki

Di Indonesia sendiri, bisnis kertas daur ulang ini sudah digeluti oleh 2 perusahaan, yakni PooPaper dari Taman Safari Indonesia serta Bali Safari & Marine Park. Dalam sehari, sekitar 2,5 ton feses gajah dari Taman Safari Indonesia diolah menjadi pupuk kompos dan kertas daur ulang.

Sedangkan Bali Safari & Marine Park, sudah memanfaatkan limbah gajah untuk didaur ulang sejak tahun 2011. Dalam sehari, bisa menghasilkan 50 hingga 100 lembar kertas daur ulang.

Trubus Mania, rupanya ada banyak cara menyelamatkan lingkungan dan pohon yang semakin langka di bumi. Terkadang, hanya dibutuhkan kreativitas sederhana untuk menyelamatkan lingkungan sambil membuka lapangan kerja bagi banyak orang. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: