Musim Kemarau Justru Bawa Keuntungan Bagi Petani di Lembang

TrubusNews
Thomas Aquinus
09 Juli 2018   07:00 WIB

Komentar
Musim Kemarau Justru Bawa Keuntungan Bagi Petani di Lembang

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jika sebagian besar petani saat musim kemarau dirasa membawa kerugian, namun tidak begitu dengan petani di Lembang. Kabupaten Bandung Barat ini mengaku tidak terlalu merasakan langsung dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. 

Justru berdampak sebaliknya, musim kemarau memberikan keuntungan bagi petani sebab panen bisa melimpah dan biaya tambahan untuk membeli obat hama tanaman bisa ditekan.

Hal itu dirasakan oleh Cahya Rohman (55), petani asal Kampung Nyampai, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengaakan, dampak dari musim kemarau terhadap sektor pertanian tidak terlalu berpengaruh. Sebab, air yang digunakan untuk menyiram tanaman tersedia dan relatif masih tercukupi.

Baca Lainnya : Kunjungi ASAFF, Jokowi Ramaikan Pameran Inovasi Pertanian

"Bagi kami, kemarau tidak terlalu berpengaruh. Hanya yang penting harus banyak tenaga buat memikul air dari sungai ke perkebunan," ujarnya, Minggu (8/7).

Menurutnya, selama menjadi petani belum pernah merasakan dampak kekeringan pada musim kemarau. Sumber air yang ada dia mengungkapkan cukup tersedia untuk ratusan petani di Kampung Nyampai. 

"Harapannya seminggu sekali bisa turun hujan supaya enggak repot cari air. Jika dalam seminggu, sehari turun hujan, berarti tugas saya mencari air bisa sedikit terbantu," katanya.

Baca Lainnya : Petani Minta Kementan, Tambah Target Program Asuransi Pertanian

Menurutnya, musim kemarau seperti sekarang, tanaman hanya perlu terus disiram, minimal dua kali sehari. Rohman mengutarakan hasil panen pada musim kemarau dianggap lebih baik daripada musim hujan asal tanaman rutin disiram air.

Keuntungan lainnya adalah, pada musim kemarau tanaman jarang dihinggapi hama. Sebab dengan seringnya turun hujan, tanaman justru lebih mudah diserang hama. 
"Penggunaan obat lebih boros saat musim hujan, karena setelah tanaman disiram sama obat hama, malah turun hujan. Saya harus memberi obat hama sampai lima kali dalam sehari," ujarnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: