Bun Upas, Embun Beracun yang Jadi Musuh Bebuyutan Petani Dieng

TrubusNews
Karmin Winarta
08 Juli 2018   14:16 WIB

Komentar
Bun Upas, Embun Beracun yang Jadi Musuh Bebuyutan Petani Dieng

Embun beku (Foto : http://diengnews.blogspot.com)

Trubus.id -- Fenomena alam yang terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah ini sebenarnya tidak terjadi setiap tahun. Namun warga setempat kaget melihat datangnya embuh beku yang tahun ini datangnya lebih cepat. Dari informasi yang dikumpulkan Trubus.id, embun beku yang mirip salju ini biasanya datang pada bulan Agustus.

Embun beku atau orang setempat menyebutnya bun upas, datang ketika musim kemarau seperti sekarang ini. Pada Jumat (6/7) hamparan tanaman di dataran tinggi Dieng memutih. Tanaman kentang, wortel dan sayuan lainnya lainnya diselimuti embun yang mirip salju. Menurut petani lokal, embun beku ini sangat beracun.

Baca Lainnya: Suhu Capai 5 Derajat Celcius, Dataran Tinggi Dieng Diselimuti Bun Upas

Karena embun beku tersebut menyelimuti daun-daun dan menyebabkan tanaman menjadi layu, daunnya mengering sampai kecoklatan. Beberapa tanaman yang tahan dengan adanya bun upas ini hanya carica ( tanaman yang buahnya mirip pepaya mini). 

Masalah ini sangat sulit di atasi. Salah cara yang bisa dilakukan adalah menyiram tanaman tersebut pada pagi-pagi buta sebelum bun upas tersebut benar-benar bereaksi pada tanaman. Atau petani mengatur pola tanam, sehingga pada bulan Juli atau Agustus diharapkan sudah siap panen, sehingga tak terpengaruh datangnya embun beku.

Baca Lainnya: Hadapi Puncak Musim Embun Es, Petani Dieng Mulai Cemas

Iis Widya Harmoko, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang menjelaskan,embun beku ini karena suhu udara lebih dingin saat kemarau.

Menurutnya, saat musim kemarau permukaan bumi lebih kering dan kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya.

Namun bagi para wisatawan, fenomena alam itu menjadi salah daya tariknya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan:          
Bagikan: