Bank Dunia dan Pemerintah Bahas Persoalan Sampah Plastik di Indonesia

TrubusNews
Thomas Aquinus
07 Juli 2018   14:00 WIB

Komentar
Bank Dunia dan Pemerintah Bahas Persoalan Sampah Plastik di Indonesia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Koodinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan salah satu agenda kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, ke Taman Hutan Raya Mangrove, adalah untuk mendiskusikan tentang penanganan sampah plastik.

"Kita telah mendiskusikan penanganan masalah sampah plastik. Kami melihat, bahwa penanganan sampah berkaitan erat dengan kesehatan dan juga kepada kualitas sumber daya manusia beberapa puluhan tahun kedepannya," ujarnya, usai menggelar diskusi tertutup di Taman Mangrove, Denpasar, Bali. 

Menurutnya, penanganan sampah atau lingkungan juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan secara serius untuk mengatasi persoalan lingkungan tersebut.

Baca Lainnya : Bank Dunia Kucurkan 2,275 Juta Dollar AS Tangani Sampah Plastik RI

"Jadi kita tidak bicara soal infrastruktur saja, tidak bicara hanya ekonomi saja. Tapi kita kaitkan semua itu, bagaimana penanganan masalah sampah plastik. Karena hal itu, sudah menjadi masalah yang gawat di dunia dan Indonesia memprioritaskan itu," tegasnya.

Luhut menyatakan, World Bank mempunyai program yang sangat bagus sehingga pemerintah Indonesia membutuhkan World Bank dalam segi manajemen dan pengawasan semua program yang dibuat.

"Kenapa kita membutuhkan World Bank. Sebenarnya, kita ingin manajemen mereka mengawasi semua program yang kita buat itu. Karena Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) menggelontorkan dana yang cukup besar untuk program ini," terang Luhut.

Baca Lainnya : Gerakan 1.000 Tumbler Dukung Jogja Bebas Sampah Plastik

"Tadi, juga sudah memberikan komitmen bahwa Kabupaten nanti yang tidak melaksanakan standar-standar keberhasihan terhadap lingkungan, mungkin akan dievaluasi mengenai pendanaan ke daerah itu. Sehingga daerah itu akan mendapatkan punihsment dan reward," lanjut Luhut.

Luhut mengungkapkan saat ini bank dunia memang menggelontorkan sejumlah dana untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas manusia. Dana tersebut di antaranya US$500 juta untuk Dana Desa dan USD400 juta untuk pendampingan stunting (kekerdilan anak).

"Sebenarnya dari Menteri Keuangan sudah memberikan cukup dana, tetapi mereka (World Bank) juga memberikan dana kepada kita. Tapi bukan sekedar memberikan dana, tapi yang kita butuhkan dari mereka pengawasan dan manajemen dari mereka," terang Luhut. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: