Kondisi Lahan Gambut Kritis, Karhutla Makin Rawan di Riau

TrubusNews
Ihsan Maulana
06 Juli 2018   12:30 WIB

Komentar
Kondisi Lahan Gambut Kritis, Karhutla Makin Rawan di Riau

Ilustrasi lahan gambut (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Deputi Penelitian dan Pengembangan, Badan Restorasi Gambut (BRG), Harris Gunawan, mengatakan, kondisi lahan gambut di Provinsi Riau saat ini makin rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan. Ini disebabkan sebaran air di lahan gambut sangat rendah, dan tercatat berada di bawah tingkat aman 40 sentimeter.

"Jadi sebaran air di lahan gambut Riau sekarang sudah mengkhawatirkan. Berdasarkan alat pemantau BRG di Pekanbaru dan daerah pesisir, rata-rata ketinggian air sudah di bawah 40 sentimeter," ujar Haris, ketika dihubungi awak media, Kamis (5/7).

Baca Lainnya : Sejak Awal Juni, Sudah 68 Hektare Lahan Gambut di Aceh Ludes Terbakar

Diketahui, pihak BRG telah memasang tujuh alat pemantau ketinggian muka air yang bekerja memantau kondisi terkini secara real time. Sementara status semua alat yang terpasang, saat ini dalam warna merah karena rendahnya sebaran air di lahan gambut. 

Pada pantuan di Rimbo Panjang, tinggi muka air sudah kurang dari 1,4 meter, begitu juga di daerah Dompas yang tinggi air juga sudah di bawah 1 meter.

Baca Lainnya : Dihadang dari Darat dan Udara, Api yang Membakar Lahan Gambut di Dumai, Menyerah

Pemantauan di Sungai Tohor, Pelintung dan Penyengat, tinggi air di bawah 0,8 meter, tinggi air di Sepahat dan Sungai Tohor, muka air sudah di bawah 0,4 meter.

"Saya harap informasi ini bisa bermanfaat untuk sukses Asian Games tanpa kabut asap. Apalagi, sampai kini Riau juga sudah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan," tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: