Sejarah Susu Kental Manis, Awalnya Adalah Ransum Militer

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 Juli 2018   07:00 WIB

Komentar
Sejarah Susu Kental Manis, Awalnya Adalah Ransum Militer

Susu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Susu Kental Manis (SKM) telah menjadi pangan yang tak  terpisahkan bagi masyarakat Indonesia. Selain harganya yang relatif murah, SKM populer di kalangan masyarakat karena enak dan praktis. 

Susu kental manis memiliki dua karakteristik dasar, yaitu memiliki kadar lemak susu tidak kurang dari 8% serta kadar protein tidak kurang dari 6,5% (plain). Defisini BPOM ini semakin menguatkan aturan-aturan sejenis lain tentang susu kental manis yang sudah terbit di tahun-tahun sebelumnya.

Menyangkut karakteristik dasar dan regulasi pemasaran. Dari sisi karakteristik dasar, sebagian kalangan menyatakan bahwa susu kental manis tidak masuk kategori susu.

Tentu saja, pendapat ini mengandung kekeliruan besar. Sebab, definisi susu kental manis telah diatur secara tegas melalui Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Aturan yang terbit pada 24 Mei 2016 ini secara jelas menempatkan susu kental manis dalam kategori pangan 01.3.1. 

Lembaga tertinggi yang mengatur peredaran makanan dan minuman di Indonesia BPOM mendefinisikan susu sebagai cairan dari sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, dan hewan ternak penghasil susu lainnya baik segar maupun yang dipanaskan melalui proses pasteurisasi, Ultra High Temperature (UHT) atau sterilisasi. Termasuk semua jenis produk susu yang diperoleh dari susu hewan penghasil susu .

Baca Lainnya: BPOM Hapus Kata 'Susu' dari Produk 'Susu Kental Manis', Ini Tanggapan Menkes

Adapun susu kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu, atau merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain.

Gula yang ditambahkan digunakan untuk mencegah kerusakan produk.Produk lantas dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis). kandungan lemak dan gula juga sudah diatur dalam Standar Nasional Indonesia Nomor 2971: 2011 Tentang Susu Kental Manis. Di sana disebutkan kombinasi gula dan lemak pada produk ini adalah 51%-56% dengan kandungan gula 43%-48%.

Sejarah Susu Kental Manis 

Ada perjalanan sejarah yang panjang dalam penemuan produk susu kental manis. Menurut sebuah literatur resmi pada abad ke-19, susu segar menjadi komoditas yang berharga di kota-kota seluruh Eropa.

Dengan minimnya alat pendingin, susu segar sering jadi pembawa utama penyakit dan juga marak dipalsukan dengan mencampurkan kapur, air dan zat-zat lainnya.

Charles Page di Zurich, Swiss pada tahun 1865  kemudian membuat suatu perubahan. Ia melihat banyak sapi yang hidup sehat di padang rumput hijau yang subur. Ia mengolah susu menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan tidak mudah rusak.

Pabrik susu kental manis pertama di Eropa dibangun oleh Gail Border pada awal tahun 1850-an. Pada tahun 1860-an susu kental manis dijadikan sebagai ransum militer. Penjualan pun meledak di kota-kota AS dan kota yang sedang alami perang.

Berharap mendapatkan kesuksesan serupa di Eropa, Charles Page mendirikan perusahaan Anglo-Swiss Condensed Milk di Cham, Switzerland di tahun 1866. Pada saat itu, George Page, saudara laki-lakinya belajar dengan Gail Borden untuk memproduksi susu kental manis.

Baca Lainnya: Bukan Susu, Kental Manis Itu Pelengkap Makanan

Susu ini dibuat dengan proses pemanasan untuk menguapkan sebagian air yang kemudian menambahkan gula sebagai bahan pengawet alaminya. Anglo Swiss menggunakan susu sapi segar lokal untuk diolah menjadi susu kental manis.

Setahun kemudian, dua kaka beradik ini membuka pabrik susu kental manis pertama di Eropa yang bertempat di Cham. Mereka memproduksi susu kental manis dengan standar kualitas dan keamanan yang tinggi, pabrik yang modern, distribusi yang efisien dan pemasaran yang cerdas.

Pada awal tahun 1868, Anglo Swiss terjual lebih dari 374.000 karton susu kental. Di tahun 1873, Charles meninggal dan di tahun 1891 George Page, saudara laki-lakinya mengelola bisnis dengan 12 pabrik di seluruh Eropa dan Amerika Serikat yang diekspor ke seluruh dunia.

Hingga pada akhirnya di tahun 1905, Anglo Swiss bergabung dengan Farine Lactee Henri Nestle S.A. 

Selama 100 tahun terakhir, brand mereka identik dengan bahan makanan penutup atau dessert yang dipercaya para ibu di berbagai negara untuk menciptakan makanan penutup yang mudah dan lezat untuk keluarga mereka.

Awal Masuknya Susu Kental manis di Indonesia 

Bermula dari Swiss, susu kental manis ini juga mulai diperkenalkan pada tahun 1897 di Indonesia dengan logo yang khas sebagai pengenal ikon produknya [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: