70 Ekor Trenggiling Milik Oknum Polisi Gagal Beredar di Pasar Gelap

TrubusNews
M. Syukur | Followers 0
05 Juli 2018   23:00

Komentar
70 Ekor Trenggiling Milik Oknum Polisi Gagal Beredar di Pasar Gelap

Kepolisian Daerah Riau memperlihatkan trenggiling yang berhasil digagalkan dari penyelundupan. (Foto : Kontributor Trubus.id/ M. Syukur)

Trubus.id -- Beberapa waktu lalu, 70 ekor trenggiling berhasil diselamatkan dari penjualan pasar gelap dengan tujuan Malaysia. Ketika diamankan Kepolisian Daerah Riau, beberapa ekor di antaranya sudah mati. Trenggiling yang masih hidup kemudian dilepas ke habitatnya setelah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Dua pelaku, masing-masing Ali dan Jupri, sudah disidang di pengadilan negeri setempat. Persidangan ini mengungkap peran oknum polisi di Riau yang juga terlibat penjualan satwa dilindungi negara ini.

Tak hanya dijerat Undang-Undang (UU) tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, oknum yang belakangan diketahui bernama Muhammad Ali Honopoiah juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia diduga menerima ratusan juta rupiah karena terlibat penjualan satwa serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Lainnya : Seperti Bisnis Narkoba, Pelaku Penyelundupan Trenggiling Transaksi di Tengah Laut

Perkara Muhammad Ali ini sudah dinyatakan lengkap atau P21. Berkasnya sudah dilimpahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

"Perkara TPPU penyelundupan trenggiling sudah tahap II," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo kepada wartawan, Kamis (5/7).

Odit mengatakan, dalam perkara itu terdapat barang bukti berupa uang sebesar Rp320 juta yang diduga berasal dari hasil penjualan penyelundupan ilegal satwa dilindungi.

70 ekor trenggiling yang berhasil diamankan Kepolisian Daerah Riau, Kamis (5/7). Foto: Kontributor Trubus.id/ M. Syukur.

"Uang sebesar Rp320 juta dijadikan sebagai barang bukti," terangnya,

Dalam kasus ini, Muhammad Ali dijerat pasal Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Dia juga dikenakan Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Menurut Odit, tersangka berperan sebagai pemberi perintah kepada pelaku lainnya, Jupri dan Ali untuk berangkat ke Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengambi 70 ekor trenggiliing dari pengepul.

Baca Lainnya : Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 96 Trenggiling, Pelaku Berhasil Kabur

Tersangka mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada Ali untuk biaya operasional serta merental mobil. Selanjutnya, satwa yang memiliki nama latin Manis javanica itu diangkut menggunakan lima kotak berwarna oranye dalam keadaan hidup dengan berat 300 kilogram lebih. Harga satu kilogram trenggiling mencapai Rp350 ribu.

"Tujuannya Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dengan melintasi Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan untuk dijual ke Malaysia," jelas Odit.

Tahu kedua pesuruhnya ditangkap, oknum ini berusaha melobi penyidik supaya kasusnya tak dijalankan. Akhirnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap Muhammad Ali dan mengembangkan penyidikannya ke TPPU. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: