Hasil Panen Tertutup Abu Vulkanik, Petani di Karangasem Rugi Puluhan Juta

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Juli 2018   19:00 WIB

Komentar
Hasil Panen Tertutup Abu Vulkanik, Petani di Karangasem Rugi Puluhan Juta

Hasil panen jeruk yang terpapar abu vulkanik. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Lahan pertanian dan perkebunan milik warga di Kabupaten Bangli dan Karangasem, Bali, terpapar abu vulkanis yang dihasilkan dari erupsi Gunung Agung. Salah seorang petani jeruk, Wayan Suardana di Desa Suter, Bangli, mengaku rugi karena tanamannya rusak.

"Tanaman jeruk saya hampir memasuki masa panen. Belum sempat panen, sudah rusak terpapar hujan abu," ucapnya di Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (5/7).

Wayan mengaku rugi karena hasil panen kali ini menurun akibat produktivitas berkurang dan tidak sedikit jeruk yang rusak yang berakibat pada anjloknya harga jual.

Baca Lainnya : Paparan Abu Vulkanik Gunung Agung, Juga Ancam Kesehatan Warga Jember

"Kalau dipaksakan menjual pun tidak akan laku. Sudah tidak bisa diselamatkan karena di wilayah sini susah air, saya tidak bisa menyemprot jeruk yang terkena abu vulkanis," ungkapnya.

Petani lainnya, Mertayasa yang berada di Desa Suter juga mengaku mengalami gagal panen akibat tanamannya rusak tertutup abu vulkanik. 

"Jagung, kacang panjang, sawi ini mati. Sepertinya sudah tidak bisa dipanen, jadi ya harus ditanam lagi nanti," ujarnya.

Selain tanaman sayur, Mertayasa mengaku jika hujan abu vulkanik Gunung Agung juga menutupi kawasan tempat tinggalnya yang berada tidak jauh dari lahan pertanian miliknya.

Baca Lainnya : Meletus Lagi, Gunung Agung Hembuskan Abu Vulkanik 1.500 Meter di Atas Puncak

"Di rumah, abunya lumayan tebal. Itu juga menganggu aktivitas kami. Tapi saya merasa nyaman di rumah, belum perlu mengungsi. Dari petugas sini juga belum ada imbauan," paparnya.

Petani lain yang juga warga Desa Pempatan, Karangasem mengatakan mengalami kerugian sekitar Rp25 juta karena tanaman, mulai dari jeruk, sawi dan kol yang ditanamnya gagal panen akibat terpapar abu vulkanis.

"Hujan abu juga masih terus terjadi beberapa kali. Saya hanya bisa pasrah karena ini pasti rusak, dijual pun pasti tidak akan laku," imbuhnya. [DF]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: