Antispasi Degradasi Lahan dan Bencana Hidrometeorologis, KLHK Luncurkan Tiga Peta Tematik

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
05 Juli 2018   19:30

Komentar
Antispasi Degradasi Lahan dan Bencana Hidrometeorologis,   KLHK Luncurkan Tiga Peta Tematik

Antispasi Degradasi Lahan dan Bencana Hidrometeorologis, KLHK Luncurkan Tiga Peta Tematik (Foto : Binsar Marulitua/trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan peta Batas DAS,  Rawan Erosi dan Lahan Kritis pada hari Penanggulangan  Degradasi  Lahan Sedunia,  Kamis, (5/7). Selain perbaikan tata kelola penurunan produktivitas lahan, pembuatan peta tersebut juga sebagai antisipasi peningkatan bencana hidrometeorologis.  

Direktur Jendral Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, KLHK Ida Bagus Pratama mengatakan, Indonesia termasuk negara dengan laju sadimentasi tertinggi di dunia,  yaitu lebih dari 250 ton/km2/tahun.

" Laporan BNPB tahun 2016 menunjukan terjadinya peningkatan jumlah kejadian bencana hidrometeorologis hingga 16 kali lebih tinggi dibandingkan, " jelas Ida Bagus Pratama di Gedung Manggala Wanabakti.  

Baca Lainnya: Tanggulangi Kekeringan di NTT, Segini Dana yang Harus Disiapkan Pemerintah

Ida Bagus mengatakan kerugian ekonomi akibat erosi di Jawa menurut penelitian Morgan (2005) sebesar U$ 400 juta/lahan. Sedangkan merujuk laporan  BAPPENAS menyatakan bahwa secara total, kuantitas air seluruh pulau Jawa dan Bali terjadi defisit sebesar 105.786 juta m³ dan Nusa Tenggara defisit sebesar 2.317 juta m³.

"Saat ini sekitar 1,9 miliar orang hidup di daerah yang terancam krisis air. Sebanyak 1,8 miliar orang mengonsumsi air yang tidak layak minum karena terkontaminasi polutan," tambahnya 

Ida Bagus menambahkan bahwa secara global, 80 persen air limbah dibuang ke alam tanpa melalui proses pengolahan. Dengan keadaan ini,  jumlah orang yang berisiko terdampak bencana hidrometeorologis  akan meningkat dari 1,2 miliar saat ini ke 1,6 miliar pada 2050.

Baca Lainnya: Sejumlah Wilayah di NTT Alami Kekeringan Ekstrem

 Ia menambahkan launching 3 Peta Tematik  merupakan momentum tepat  tersedianya data-informasi pendukung yang handal, sehingga instrumen perencanaan pembangunan yang terbangun  dapat beroperasi  dengan baik.

Keberadaan 3 peta tematik tersebut juga dapat digunakan sebagai instrumen dalam melakukan benefit-impact analysis dalam penentuan indikasi program pada pola ruang.

Penanganan degradasi lahan secara tepatguna diharapkan mampu mencegah tereduksinya penghidupan manusia di berbagai belahan dunia; dan untuk Indonesia mampu mengakselerasi pencapaian  target Land Degradation Neutrality (LDN) tahun 2030.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: