Heboh Produk Kental Manis Membohongi Masyarakat, Ini Kata Anggota DPR Komisi IX

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Juli 2018   08:49 WIB

Komentar
Heboh Produk Kental Manis Membohongi Masyarakat, Ini Kata Anggota DPR Komisi IX

Kental Manis (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Surat edaran yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) soal produk susu kental manis membuat  masyarakat heboh.

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago yang telah mengkritisi sejak dua tahun lalu ini menilai produk kental manis melakukan penipuan publik.

"Sudah dari dua tahun lalu kami di komisi IX mengkritisi hal tersebut. Karena selain tidak mengandung susu sapi, ternyata produk susu kental manis ini mengandung lebih dari 40% gula, sehingga selain merusak gigi, produk ini juga tidak memiliki kandungan gizi susu. Karena yang dikandung hanya 8 persen lemak susu. Tentu ini dapat di kategorikan penipuan publik," tegas Irma kepada wartawan, di Jakarta baru-baru ini.

Baca Lainnya: BPOM Hapus Kata 'Susu' dari Produk 'Susu Kental Manis', Ini Tanggapan Menkes

Untuk itu, pihaknya meminta kata susu dihilangkan dari produk kental manis. Menurutnya, tak ada kandungan susu dalam produk kental manis tersebut.

"Jadi harus diganti taglinenya. Jangan ada kalimat susu karena faktanya tidak mengandung susu," paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh anggota komisi IX Kesehatan DPR RI Okky Asokawati mengusulkan kata 'susu' dihapus pada produk kalengan susu kental manis. Menurutnya, kata 'susu' dikhawatirkan membuat masyarakat berpendapat bahwa kental manis merupakan susu pendamping makanan utama.

Baca Lainnya: Ini Alasannya Kenapa Kental Manis Bukan Produk Susu Bernutrisi

Lebih lanjut ia mengatakan BPOM berwenang menghilangkan kata 'susu' di SKM (Susu Kental Manis). Okky menyebut SKM sebagai produk yang tak terlalu dianjurkan dikonsumsi anak di bawah 5 tahun.

Penghilangan kata 'susu', menurut Okky, bertujuan agar para ibu tak salah memberi nutrisi kepada anak-anak mereka. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: