Hadapi Puncak Musim Embun Es, Petani Dieng Mulai Cemas

TrubusNews
Syahroni
05 Juli 2018   08:00 WIB

Komentar
Hadapi Puncak Musim Embun Es, Petani Dieng Mulai Cemas

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Musim kemarau di dataran tinggi memang sangat jauh berbeda dengan kondisi musim kemarau di dataran rendah. Penurunan suhu salah satunya. Di musim kemarau seperti saat ini, suhu di dataran tinggi bisa menurun drastis. Bahkan di beberapa wilayah, embun es bisa dengan mudah ditemukan.

Seperti di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara ini contohnya. Sudah dua hari belakangan, embun es atau yang oleh warga disebut bun upas sudah mulai muncul. Meski masih tipis, namun diperkirakan kondisinya akan semakin parah menjelang puncak musim kemarau tiba.

Saat ini, suhu di dataran tinggi Dieng sudah mencapai 8 derajat Celcius. Sedangkan puncak embun es biasanya suhu mencapai 3 derajat Celsius. Kondisi ini berdampak pada bidang pertanian di wilayah itu.

Salah satu petani kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Dikda Subagyo, mengaku sudah mulai was-was dengan kondisi ini. Pasalnya, bun upas bisa menyebabkan mereka gagal panen. 

Memang diakui, saat ini kondisi masih kondusif dan belum berdampak pada tanaman. namun ia khawatir jika musim bun upas tiba, mereka tidak bisa menanggulanginya.

"Titik terendah biasanya 3 derajat Celcius. Dan tanaman kalau sudah kena puncak embun es langsung daunnya menguning dan mati," kata dia.

Saat ini, rata-rata usia tanaman kentang dan wortel di dataran tinggi Dieng sekitar 40 hari. Padahal, tanaman kentang baru bisa dipanen jika sudah 3 bulan 10 hari.

"Di Dieng Kulon sebagian besar warga menanam kentang dan wortel. Bahkan beberapa ada yang baru menanam," sebutnya. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: