Menelisik Ragam Manfaat, Air-air 'Berkhasiat'

TrubusNews
Ihsan Maulana | Followers 0
04 Juli 2018   19:45

Komentar
Menelisik Ragam Manfaat, Air-air 'Berkhasiat'

Ilustrasi (Foto : Pixabay/congerdesign)

Trubus.id -- Tidak ada yang bisa menyangkal, air merupakan bagian yang sangat penting bagi semua mahluk di bumi ini. Tak hanya bagi manusia, air juga sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan. Bagi manusia, beberapa hari tanpa air mungkin masih bisa bertahan. Namun jika kondisi ini terus berkelanjutan, manusia dipastikan tidak bisa bertahan.

Air bagi manusia sangat lah penting karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia, 70 persennya adalah air. Air bisa memperbaiki daya tahan tubuh karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat sedang beraktifitas atau pun bekerja.

Air juga membantu kita untuk menahan lapar dimana kita ketahui bahwa rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Keberadaan air mampu mengurangi resiko terserang beberapa penyakit. Khususnya penyakit yang sering berhubungan dengan batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar.

Dengan meminum air secara teratur juga akan menghindarkan manusia dari gangguan pencernaan yang berakibat sembelit. Tidak hanya itu, air dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi masuk angina dan pilek.

Adanya air yang menjadi sumber kehidupan terpenting manusia umumnya diperoleh dari sungai, danau, dan laut. Namun sayangnya, sumber air saat ini sudah banyak yang tercemar sehingga bisa membahayakan untuk kesehatan.

Manfaat Air Bagi Kehidupan

Air memiliki banyak manfaat bagi semua khidupan yang ada di bumi ini. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Manfaat air bagi manusia

Air memang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan berbagai macam keperluan, diantaranya: keperluan rumah tangga, keperluan umum, keperluan perdagangan, keperluan industri, keperluan pelayaran, keperluan pertanian dan peternakan. Khusus untuk kebutuhan tubuh manusia, mengkonsumsi air minimal 8 gelas sehari sangatlah diharuskan dan berpengaruh baik bagi kesehatan karena hal tersebut berfungsi agar keseimbangan metabolisme tubuh tetap terjaga sehingga terhindar dari dehidrasi.

2. Manfaat air bagi hewan

Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang juga membutuhkan air. Tanpa air hewan tidak akan dapat bertahan hidup karena tidak ada bedanya dengan kita sebagai manusia yang memerlukan minum dalam kesehariannya. Akan tetapi selain dipergunakan untuk minum, air juga bermanfaat bagi hewan dalam mandi, selain itu sebagai makhluk hidup air, manfaat lainnya juga penting untuk menunjang metabolisme tubuh hewan.

3. Manfaat air bagi tumbuhan

Air akan di bawa melalui akar menuju batang kemudian sampai pada daun dan selanjutnya membantu proses fotosintesis yang akan membuat makanan untuk tumbuhan tersebut. Selain air, matahari juga sangat berpengaruh terhadap proses sempurna pembuatan makanan pada tumbuhan.

Kenali Air Layak Konsumsi

Manusia memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air. Namun, tak semua air minum layak konsumsi. Untuk menjamin keamanan untuk dikonsumsi, air harus bersih dan memenuhi syarat kualitas air yang sehat.

Air bersih diartikan sebagai air yang digunakan dalam rumah tangga untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, buang hajat, mencuci baju, minum, dan memasak. Khusus untuk air minum, kualitasnya harus memenuhi syarat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 dan telah lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan aturan tersebut, air minum layak konsumsi harus memenuhi ketiga syarat sebagai berikut:

1. Syarat fisik

Syarat ini berkaitan dengan kondisi fisik air yang dapat dikenali oleh pancaindra manusia. Air yang sehat dan layak konsumsi haruslah bening atau jernih, tidak meninggalkan endapan, tidak berbau, tidak berasa (tawar), dan memiliki suhu di bawah suhu udara luar atau suhu ruang, yakni antara 10-25 derajat Celcius.

2. Syarat kimiawi

Syarat ini berkaitan dengan derajat keasaman, kandungan mineral, dan bahan-bahan kimia lain di dalam air minum. Air minum yang sehat harus masih mengandung mineral-mineral penting yang dibutuhkan tubuh, di antaranya Zn (seng), Fe (zat besi), Cu (tembaga), Mn(mangan), dan Cl (klorida), dalam kadar yang ditentukan. Air minum yang sehat tidak boleh mengandung logam berat beracun seperti Hg (merkuri atau air raksa), Pb (timbal), As (arsen), Cd (kadmium), dan Cr (kromium).

Di samping itu, air yang layak konsumsi harus memiliki pH yang netral, yakni sekitar 7 dan mengandung cukup yodium. Ada atau tidaknya kandungan bahan kimia beracun di dalam air sekilas bisa dilihat dari ciri fisiknya. Air yang beracun atau mengandung logam berat akan berbau menyengat dan berwarna.

3. Syarat mikrobiologi

Karena digunakan untuk minum, air harus bebas dari segala macam kuman atau bakteri penyebab penyakit. Utamanya adalah bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp, yang kerap menimbulkan sakit perut dan diare. Namun untuk mengetahui ada atau tidaknya kuman di dalam air minum tidak bisa dikenali dari ciri fisiknya. Karena itu harus melalui uji laboratorium.

Ragam air berkhasiat

Manfaat air bagi manusia memang sudah tak terbantahkan lagi. Air murni yang masuk ke tubuh manusia, cukup banyak berperan dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, saat ini banyak muncul air-air minum ‘berkhasiat’ di pasaran. Produk air-air ‘berkhasiat’ tersebut diolah sedemikian rupa sehingga dipercaya dampaknya bisa lebih hebat dari air biasa. 

Secara umum, ada tiga macam olahan air yang diklaim bisa memberi manfaat lebih pada manusia. Berikut rinciannya.

1. Air Beroksigen

Variasi air minum berkhasiat yang diklaim mengandung oksigen sudah cukup lama diketahui masyarakat. Pro-kontra bermunculan terhadap air beroksigen ini. Diketahui, oksigen memang bisa larut dalam air. Kandungan oksigen dalam air dipengaruhi berbagai faktor, antara lain suhu dan tekanan udara. Semakin rendah suhu air, kandungan oksigen yang terkandung dalam air juga semakin besar. Itulah sebabnya ketika meminum air es atau air dingin, kita sering merasa lebih segar.

Namun air oksigen yang diklaim ‘berkhasiat’ sesungguhnya adalah air murni yang diberi tambahan oksigen. Caranya dengan memberikan tekanan dan suhu tertentu. Namun, oksigen dalam air tidak bisa bertahan lama, karena itu sebaiknya jangan terlalu lama menyimpan air beroksigen, karena oksigen bisa menembus botol kemasan plastik (polimer) yang berpori halus sekali pun.

Beberapa ahli meyakini manfaat air beroksigen yang mampu meningkatkan kesehatan kulit, bahkan mengurangi kerut. Namun, seorang dokter bedah klinis Amerika Serikat, Arthur Perry, MD, FACS, menyebutkan, 1 helaan napas kita mengandung jauh lebih banyak oksigen dibanding 1 botol air kemasan beroksigen. 

Namun demikian, ahli lain ada yang menyebut, dalam keadaan hipoksia (kekurangan oksigen), tubuh manusia mampu menangkap oksigen dari pencernaan secara difusi. Sehingga air beroksigen sedikit banyak memiliki manfaat bagi tubuh. Setidaknya, air beroksigen umumnya dibuat melalui proses pemurnian sehingga bersih dan bebas dari bahan-bahan kontaminan.

2. Air Alkali

Dari beragam produk air ‘berkhasiat’ air beralkali adalah salah satu jenis yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, dan lain-lain. Selain itu, air ini juga diklaim aman dikonsumsi sehari-hari dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Air alkali sendiri adalah air yang bersifat basa. Air ini memiliki pH di atas 7 (pH 7 adalah pH netral). Untuk diketahui, pH adalah skala logaritma dari keasaman suatu cairan dan memiliki skala 0 sampai 14. pH sama dengan –10log c, dimana c adalah konsentrasi ion hidrogen (H+) dalam mol per liter [3]. Semakin besar kandungan ion hidrogen dalam suatu cairan, maka cairan tersebut lebih bersifat asam, dan semakin sedikit kandungan ion hidrogennya (H+), maka ia bersifat basa. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip tersebut, air yang memiliki pH dibawah 7 akan bersifat asam, sedangkan air dengan pH di atas 7 memiliki sifat basa (alkali).

Tapi sebenarnya, tingkat keasaman punya peran penting dalam kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi ini. Kandungan asam yang besar berfungsi untuk memecahkan protein dan makromolekul lainnya yang kita makan agar dapat diserap tubuh. 

Namun demikian, ‘khasiat’ air alkali pada sbeuah produk yang beberapa waktu lalu pernah ramai digunjingkan, sempat mendapat bantahan dari Kemenkes RI. Bahkan Kemenkes meminta produsen untuk menarik semua brosur terkait hal tersebut. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pun memberikan peringatan mengenai hal tersebut. Alasannya, klaim air beralkali yang disebut bisa menyembuhkan kanker ini, tidak ada dasar ilmiahnya.

3. Air Elektron

Selain air beroksigen dan air beralkali, jenis air berkhasiat lain yang dipercaya bisa menyembuhkan beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berbahaya adalah air elektron.

Air elektron adalah produk air ‘berkhasiat’ yang diklaim telah ‘diisi’ elektron yang berfungsi mengecilkan ukuran molekul air. Dengan begitu, air berelektron dipercaya lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, produk ini juga klaim berguna untuk menangkal radikal bebas yang kekurangan elektron dengan cara memberikan elektron ke radikal bebas sehingga berfungsi sebagai antioksidan. 

Hasilnya, produk ini dapat menunda penuaan dengan membantu proses regenerasi sel. Selain itu, banyak yang klaim di luar sana bahwa nutrisi manusia tidak bisa bekerja tanpa elektron, dan bahwa elektron itu mampu membunuh virus atau bakteri.

Direktur APCE – UNESCO: Air 'Berkhasiat' Harus Diteliti 

Maraknya air berkhasiat yang diklaim memiliki banyak manfaat, sudah banyak ditemui di pasaran. Ada yang diklaim mampu meredakan penyakit, membuat tubuh lebih segar dan bahkan menyembuhkan penyakit berbahaya. Berbagai pertanyaan pun muncul, seperti benarkah air ‘berkhasiat’ itu mampu membuat kita yang meminumnya mendapatkan benefit yang ditawarkan?

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE) - UNESCO, Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc menilai, air minum ‘berkhasiat’ tersebut harus benar-benar dibuktikan dan diteliti lebih lanjut di laboratorium.

"Sebenarnya ada karakteristik umum, dimana manusia membutuhkan air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, membantu metabolisme tubuh dan lainnya. Jadi air yang dibutuhkan manusia itu adalah air yang komposisi mineralnya standar saja," ujar Ignas, sapaan akrabnya, ketika dihubungi Trubus.id, Rabu (4/7).

"Jadi kalau ada air minum yang mengandung ini itu, berkhasiat lah, itu perlu dilakukan kajian lagi. Karena kan masyarakat itu senang pada suatu produk jika ada sensasi tertentunya ya," sambungnya.

Ia mencontohkan, kadang ada air minum yang memiliki pH tinggi, namun hal itu justru tidak baik bagi kesehatan tubuh, karena jika terlalu banyak bisa berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh.

" Karena tubuh manusia itu ada batasannya, tidak bisa meminum air yang terlalu asam dan terlalu basa, jadi sebetulnya lebih mendekati pH netral," imbuhnya.

Meski demikian, ia mengaku jika tetap ada masyarakat yang memilih air dengan khasiat tertentu tadi, itu kembali pada pilihannya masing-masing.

"Tapi kalau pendapat saya dari aspek kesehatan yang standar, sebenarnya metabolisme tubuh manusia itu membutuhkan air yang standar saja, tidak ditambah ini itu. Tetapi kemudian kan pelaku usaha menangkap hal itu dengan mencari produk tertentu dengan nilai tambah yang lebih tinggi, jadi lebih ke bisnis juga," paparnya.

Peneliti Senior dari P2L LIPI ini juga kembali mengingatkan, jika air minum ‘berkhasiat’ ini agar betul-betul dilihat kembali aspek kesehatannya. Karena jika sudah keluar dari standar yang cukup ekstrem maka perlu dipertimbangkan aspek terhadap kesehatannya," tegasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: