BPOM Hapus Kata 'Susu' dari Produk 'Susu Kental Manis', Ini Tanggapan Menkes

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Juli 2018   18:15 WIB

Komentar
BPOM Hapus Kata 'Susu' dari Produk 'Susu Kental Manis', Ini Tanggapan Menkes

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta seluruh produsen susu kental manis untuk menghapus kata ‘susu’ di dalam kemasan susu kental manis produksi mereka. Langkah ini diambil karena BPOM menilai, kata ‘susu’ tak sesuai dengan isi yang ada di dalam produk yang mereka jual.

Keputusan ini disahkan dengan surat edaran yang ditetapkan pada 22 Mei 2018 lalu. Dalam surat yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Suratmono, BPOM meminta produk susu kental manis menghilangkan kata 'susu' tak hanya dilabel, namun juga di iklan produk mereka.

Menurut BPOM, langkah ini diambil guna melindungi konsumen terutama anak-anak dari informasi yang bisa menyesatkan masyarakat. Pasalnya, susu kental manis menurutnya terlalu banyak mengandung gula yang tidak baik untuk anak-anak.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moelok saat ditemui di sela-sela Seminar Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) ke IX di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/7) mengatakan, jika ia masih akan mempelajari keputusan BPOM tersebut dan belum dapat berkomentar banyak. Sebab, pihaknya belum memiliki data hasil temuan BPOM tersebut.

“Saya belum tahu betul, nanti saya kaji dulu. Kalau enggak, kamu minum susu yang lain aja dulu,” kata Nila di Hotel Birakarya, Jakarta Selatan, Selasa (3/7) kemarin.

Tapi menurutnya, jika memang kandungan gula di dalam kemasan susu kental manis terlalu berlebihan, Nila menganjurkan konsumsi produk itu dibatasi oleh masyarakat. Dengan begitu sebelum bertemu dengan BPOM, Kementerian Kesehatan akan mempelajari lebih lanjut keputusan BPOM terkait susu kental manis.

“Kalau memang susu kental masih tidak sesuai (kadar gulanya), saya melihatnya gini, kalau kita sudah minum jangan kita tambah lagi. Jadi seimbang ini agak sulit. Maksudnya berapa kalori berapa protein berapa gula, garam itu berapa,” papar Nila. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: