2 Tersangka Pembunuh Gajah Bunta Ditangkap, 2 Rekannya Masih Diburu

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Juli 2018   17:45 WIB

Komentar
2 Tersangka Pembunuh Gajah Bunta Ditangkap, 2 Rekannya Masih Diburu

Petugas menunjukkan barang bukti yang disita dari tangan tersangka pembunuh Bunta. (Foto : Doc/ KLHK)

Trubus.id -- Upaya penegakan hukum terhadap kasus pembunuhan gajah sumatera bernama Bunta di Aceh Timur membuahkan hasil. Bahkan kini, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pihak Kepolisian Resort Aceh Timur. Sementara itu, dua orang pelaku lainnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), dan sedang dalam pengejaran.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro menyampaikan, kedua tersangka berinisial BW dan AL, merupakan penduduk di sekitar CRU Serbojadi Aceh Timur. Sedangkan dua buronan lainnya berinisial PT dan AR.

Baca Lainnya : Pembunuh Gajah Jinak di Aceh Timur Ditangkap, BKSDA Aceh Siapkan Hadiah

"Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya adalah sepeda motor yang digunakan pada saat pembunuhan, gading yang tertinggal maupun yang disembunyikan tersangka, baju tersangka dan satu bilah parang", jelasnya seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7).

Sebagaimana diketahui, kejadian pembunuhan gajah Bunta yang terjadi 9 Juni silam cukup menarik perhatian publik, karena kematiannya yang tidak wajar. Bahkan Gubernur Aceh memberikan atensi secara langsung terhadap kasus ini, dengan memberikan hadiah kepada masyarakat yang dapat membantu pengungkapan kasus pembunuhan ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Ditjen KSDAE KLHK, Indra Exploitasia menyampaikan, pentingnya penyelesaian kasus ini, karena satwa gajah (Elephas maximus) merupakan satwa liar yang dilindungi UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan termasuk dalam list appendix 1 CITES, dengan status terancam hampir punah.

"Di Indonesia terdapat dua sub species gajah yaitu Elephas maximus sumatranus, yang tersebar di Aceh, Sumut, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung, serta Elephas maximus borneonsis atau gajah pigmy yang penyebarannya di Kaltim. Berdasarkan data dari Forum Gajah (2016), jumlah populasi gajah di Indonesia sekitar 1724 ekor. Keberadaan populasi gajah semakin terancam dengan tingginya kebutuhan ruang untuk hidup manusia," jelasnya.

Baca Lainnya : Gajah Jinak Penengah Konflik Satwa dan Manusia, Mati Diracun dan Gadingnya Dicuri

Selain ancaman fragmentasi habitat, Indra menerangkan, satwa ini juga terancam oleh perburuan liar.

"Kejahatan ini merupakan kejahatan serius karena bersifat terorganisir dan lintas negara. Hal ini karena gading gajah masih banyak diburu kolektor. Untuk itu, upaya memerangi perburuan dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar, termasuk gading gajah, harus terus secara serius dilakukan semua pihak", tegasnya.

Hingga saat ini KLHK telah melakukan upaya konservasi gajah antara lain yaitu, membangun tujuh Pusat Konservasi Gajah di wilayah Sumatera, dan beberapa conservation respon unit untuk mengatasi konflik yang terjadi antara manusia dan gajah. Khusus di Provinsi Aceh ada 7 CRU termasuk CRU Serbojadi. Selain itu terdapat unit-unit patroli gajah sebagai media penyelesaian konflik dan pemberdayaan masyarakat, melalui mitra polhut untuk pengamanan hutan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: