Warga Nias Barat Temukan Bangkai Walrus, Dari Mana Asalnya?

TrubusNews
Syahroni
04 Juli 2018   06:00 WIB

Komentar
Warga Nias Barat Temukan Bangkai Walrus, Dari Mana Asalnya?

Bangkai walrus yang ditemukan warga di Pantai Nias Barat. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Warga di kawasan pantai Nias Barat mendadak gempar. Temuan bangkai hewan berukuran besar yang jadi penyebabnya. Mereka penasaran, pasalnya binatang ini tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Lokasi penemuan bangkai berada di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Bangkai pertama kali ditemukan warga pada Kamis (28/6) lalu. Pasca penemuan, foto-foto dan video bangkai beredar di media sosial. Bahkan tim ahli zoologi dari Kota Medan sudah dikirim ke Nias Barat untuk menelitinya.

Baca Lainnya : Warga Resah, Usai Diperiksa, Bangkai Paus di Aceh Timur Dibiarkan Membusuk

Seorang ahli zoologi bernama Erni Jumilawaty, yang telah melihat video dan foto bangkai mengatakan, jika dilihat dari ukuran bangkai yaitu kurang lebih 10 meter dan lebar 1 setengah meter, bangkai tersebut diduga adalah bangkai walrus.

Menurut Erni, walrus berdomisili di daerah Antartika. Sementara bangkai walrus yang ditemukan di Nias Barat diperkirakan terpisah dari kelompoknya, dan terdampar ke Samudera Hindia menuju Kepulauan Nias.

“Walrus hewan khas Kutub Selatan Antartika. Saya memperkirakan terbawa arus laut dari Samudera Hindia menuju Nias,” katanya, Selasa (3/7).

Erni menyebut, saat pertama kali melihat video dan foto bangkai hewan tersebut, dirinya sempat memprediksi ikan paus. Kemudian saat diperhatikan lebih detail, ada tampak taring pada bangkai hewan.

Baca Lainnya : Tebar Bau Busuk, Bangkai Paus di Trenggalek Bisa Bikin Warga Mabuk

“Awalnya saya mencurigai bangkai ini kalau tidak paus, ya walrus. Setelah saya teliti lagi, walrus lebih menunjukkan ciri mamalia dibandingkan paus. Kemudian ada tampak dua taring,” sebutnya.

Diterangkan Erni, daerah Nias bukan habitat walrus. Dirinya menganalisis, daerah Nias merupakan laut lepas, karena laut lepas bisa didatangi oleh banyak makhluk dari daerah lain.

“Saya harap, warga di sana untuk menjauhi bangkai hewan tersebut, karena bisa terinfeksi penyakit yang dibawanya,” ungkapnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bertambah 218, Pasien Positif Covid-19 Jadi 2.956 Kasus

Peristiwa   08 April 2020 - 16:51 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan: