Jual Belikan Satwa Dilindungi, Seorang Warga Manado Terancam Masuk Bui

TrubusNews
Syahroni
04 Juli 2018   07:00 WIB

Komentar
Jual Belikan Satwa Dilindungi, Seorang Warga Manado Terancam Masuk Bui

Salah satu satwa dilindungi yang berhasil diamankan petugas KLHK. (Foto : Trubus.id/ Ahmad Yusran)

Trubus.id -- Ada-ada saja ulah MM. Sudah tahu kalau perdagangan satwa dilindungi itu dilarang, namun tetap saja warga kota Manado, Sulawesi Utara itu menjalankan aktifitas gelapnya.

Karena ulahnya, MM kini resmi ditetapkan sebagai tersangka pelaku perdagangan satwa dilindungi antar pulau di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Selasa (3/7). Menurut pengakuannya, MM biasa menjajakan satwa dilindungi miliknya memalui medoa sosial Facebook.

Kepala Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi, Muhammad Nur mengatakan, tim Operasi SPORC Brigade Kera Hitam membutuhkan 100 hari untuk membekuk pelaku berikut sejumlah barang bukti satwa dilindungi.

Baca Lainnya : Penjualan Satwa Dilindungi melalui Facebook Kembali Terkuak

"Ada sebanyak 14 ekor burung yang terjual melalui Facebook. Diantaranya, Elang sebanyak 4 ekor, Rangkong/Julang Irian 1 ekor, Nuri Sangir/Sampiri 3 ekor, Nuri Bayan Betina 1 ekor. Burung Nuri/Betet Kepala Philipin 1 ekor, dan Betet ekor panjang sebanyak 4 ekor," jelas Muh Nur Selasa (3/7).

Menurut Muh Nur, dari 14 barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka, 9 ekor burung diantaranya, adalah satwa yang  dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sementara lima ekor lainnya, adalah burung jenis paruh bengkok yang tidak dilindungi.

"Selain MM yang sudah secara resmi kita tetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman penjara 5 (lima) tahun, dan denda 100 juta rupiah. Saat ini  tim juga menelusuri oknum-oknum hingga ke level pemasok satwa dilindungi dari wilayah Maluku, Papua serta di berbagai lokasi di Pulau Sulawesi," kata Muh Nur lagi.

Baca Lainnya : Menurut Data KLHK, Satwa Dilindungi Ini Paling Laris Dijual di Pasar Online

Sementara itu, usai diamankan dari tangan tersangka MM, barang bukti satwa dilindungi tersebut langsung dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki, di kota Bitung untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi.

"Tak kalah penting adalah, peran aktif masyarakat untuk segera melapor jika menemukan adanya transaksi perdagangan satwa dilindungi," Tutup Muh Nur. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: