9 Juta Anak Indonesia Alami Stunting, Penangannya Harus jadi Prioritas Utama

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Juli 2018   14:15 WIB

Komentar
9 Juta Anak Indonesia Alami Stunting, Penangannya Harus jadi Prioritas Utama

Pemangku kebijakan yang berkaitan dengan pangan dan gizi mengemukakan gagasannya di WNPG XI, Selasa (3/7). (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id --  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Soemantri Brodjonegoro menghadiri Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI yang digelar di Hotel Bidakara, Selasa (3/7). Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan, sebanyak 9 juta anak di Indonesia masih menderita stunting saat ini.

Yang membuat masalah stunting harus mendapat sorotan dari berbagai pihak lagi, sebanyak 3/4 anak di bawah lima tahun yang ada di Indonesia, mengalami stunting.

"Penanganan stunting harus mendapatkan prioritas utama," ucap Bambang dalam sambutannya di WNPG XI, Selasa (3/7).

Baca Lainnya : Dalam WNPG XI, Penurunan dan Pencegahan Stunting di Indonesia jadi Fokus Utama

Stunting merupakan kondisi di mana anak gagal tumbuh baik secara fisik maupun perkembangan otak serta kecerdasannya. Kondisi ini terjadi karena banyak hal saat bayi masih dalam kandungan.

"Jika kita lihat secara fisik, anak usia 5 tahun tinggi normal 110 sentimeter (cm) tapi anak yang mengalami stunting tingginya 100 cm ini tandanya sangat sulit membedakan anak yang mengalami stunting dan yang tidak," tambahnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, sebelumnya karena kurang peduli, hal-hal seperti itu kurang disadari oleh masyarakat, terutama para orang tua. Bambang menambahkan, untungnya saat ini sudah banyak yang sadar akan bahaya stunting. 

"Anak stunting biasanya akan menjadi beban keluarga karena anak stunting tidak bisa mengikuti pendidikan formal, hal ini akan berpengaruh dengan masa depannya," lanjut Bambang.

Kerugian negara akibat stunting mencapai 4 Triliun.

"Di Bappenas penurunan stunting terintegrasi mulai kita utamakan," ucapnya.

Baca Lainnya : Wapres: Pemerintah Perlu Terobosan Jitu Untuk Putus Mata Rantai Stunting

Sekali lagi, Bambang menegaskan bahwa stunting menjadi pekerjaan bersama bukan hanya dari Kementerian Kesehatan saja.

"Stunting masalah di seluruh daerah di Indonesia, DKI Jakarta saja belum terbebas dari angka stunting. Ini harus diselesaikan secara merata karena menjadi priotitas oleh pemerintah," paparnya.

Sarana sanitasi dan air bersih menjadi penting untuk mendorong upaya penurunan stunting serta pemerataan pangan secara terintegrasi sebagai salah satu upaya menekan permasalaham stunting. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: