Luhut Panjaitan: Saya Jamin Anak Korban KM Sinar Bangun Tidak Putus Sekolah

TrubusNews
Karmin Winarta
03 Juli 2018   09:32 WIB

Komentar
Luhut Panjaitan:  Saya Jamin Anak Korban KM Sinar Bangun Tidak Putus Sekolah

Luhut Panjaitan (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, akan menjamin anak-anak korban Kapal Motor Sinar Bangun tidak putus sekolah. 

Hal itu disampaikan Luhut saat meninjau langsung Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di sana, Luhut berdialog dengan keluarga korban untuk mendengarkan keluh kesah mereka.

"Paling penting adalah sekolah. Anak-anak korban KM Sinar Bangun, kita akan sekolahkan. Tidak usah uang pemerintah, uang pribadi saya saja," kata Luhut, Senin (2/7/2018).

Tidak hanya itu, Luhut juga menyatakan akan membuka pintu kepada keluarga korban bila ada keluhan setelah tragedi KM Sinar Bangun. Jika ada apa-apa, Luhut menyarankan untuk menghubunginya.

Baca Lainnya: Kenang Korban KM Sinar Bangun, Sebuah Monumen Akan Dibangun di Danau Toba

"Akan dilayani semampu kita. Jadi ibu, bapak, tak usah takut," ucap Luhut.

Setelah berdiskusi dengan keluarga korban, Luhut langsung menaiki KMP Sumut bersama keluarga korban dan pimpinan daerah untuk menabur bunga di titik tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Setelah kembali ke dermaga Tigaras, Luhut yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sumatera Utara (BPBD Sumut) Riadil Akhir Lubis, Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih dan Tim Basarnas, bertolak ke bandara Silangit menggunakan helikopter Basarnas.

Baca Lainnya: Bukan Mistis, Ini Penyebab Jasad Korban KM Sinar Bangun Tidak Mengambang

Bupati Simalungun, JR Saragih menyampaikan, ada juga santunan dari Kementrian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Simalungun selain dari Jasaraharja. Kementrian Sosial akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 15 juta. 

"Kalau dari Pemkab Rp 2 juta, dan dari Jasaraharja Rp 50 juta," ungkap JR Seragih. 

Pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun diberhentikan. Keputusan ini diambil setelah musyawarah yang dilakukan tim SAR gabungan dan keluarga korban yang dimotori Bupati Simalungun. (KW)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: