Gunung Agung Erupsi Lagi, Hutan di Sekeliling Puncak, Ludes Dilahap Lava

TrubusNews
Syahroni
02 Juli 2018   22:40 WIB

Komentar
Gunung Agung Erupsi Lagi, Hutan di Sekeliling Puncak, Ludes Dilahap Lava

erupsi Gunung Agung terekam kamera CCTV, Senin (2/7) sekitar pukul 21.04 WITA. (Foto : Twitter/ BNPB Indonesia)

Trubus.id -- Senin (2/7) sekitar pukul 21.04 WITA, saat sebagian warga di sekitar Gunung Agung, Bali tengah tertidur lelap, letusan disertai ledakan keras membangunkan mereka. Belakangan diketahui, sumber ledakan berasal dari Gunung Agung yang sejak pagi terus menampakkan aktivitasnya vulkanisnya.

Berbeda dengan letusan-letusan kecil sebelumnya, malam ini letusan Gunung Agung tampaknya lebih besar. Suara ledakan terdengar hingga ke pemukiman warga. Lontaran batu pijar yang membakar hutan di sekitar Gunung tersebut pun membuat keadaan semakin mencekam.

Baca Lainnya : Pagi Ini Gunung Agung Erupsi 3 Kali Erupsi dengan Ketinggian 2.000 M

Namun demikian, warga tidak panik. Buktinya mereka melakukan evakuasi secara mandiri. Sesuai arahan yang sudah diberitahukan sebelumnya oleh petugas Badan Nasional Penanggulanggan Bencana (BNPB), mereka turun ke desa-desa yang lebih aman.

Lava pijar membakar hutan di sekeliling puncak Gunung Agung yang terlihat dari Desa Abang, Senin (2/7) malam. (Foto: Twitter/ BNPB_Indonesia)

Sementara itu, menurut catatan yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam letusannya malam ini, tinggi kolom abu teramati yang terdata mencapai ± 2.000 meter di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. 

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. 

Dalam situs resminya juga disebutkan, erupsi kali ini terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman. Erupsi juga bersifat eksplosif sehingga berdampak pada munculnya lontaran batu pijar karena adanya tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

Dalam akun twitter resminya, Badan Nansional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengunggah pemandangan yang diambil dari Desa Abang saat batu pijar yang keluar membakar hutan disekeliling puncak Gunung Agung. Dari catatan yang berhasil dihimpun PVMBG sendiri, lontaran lava pijar tersebut teramati keluar hingga jarak 2 km dari bibir kawah.

Relawan Pasebaya sendiri melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung bergerak ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. Tak hanya itu, lontaran lava pijar juga bergerak mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya kawasan hutan di puncak kawah Gunung Agung terbakar cukup luas.

Baca Lainnya : Gunung Agung: Jejak Erupsi, Mitologi dan Kosmologi Hindu

Meski kondisi letusan malam ini tergolong cukup besar, menurut PVMBG, status Gunung Agung tetap berada di level Siaga (level 3) dengan radius berbahaya 4 km dari puncak kawah.

Pantauan satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat. Hingga saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar Bali masih beroperasi normal. Demikian pula bandara di Banyuwangi, Jember dan Lombok.

Karena itu, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Semua informasi terbaru terkait kegunungapian harus melalui PVMBG sebagai lembaga yang resmi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: