Usai Tenggelam 1,5 Tahun Silam, Nining Ditemukan Lagi di Pantai Pelabuhanratu

TrubusNews
Syahroni
02 Juli 2018   22:45 WIB

Komentar
Usai Tenggelam 1,5 Tahun Silam, Nining Ditemukan Lagi di Pantai Pelabuhanratu

Nining saat menjalani perawatan di Rumah Sakit usai ditemukan di Pantai Pelabuhanratu, Sukabumi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Senyum bahagia tampak di wajah Tating sejak ia kembali menemukan Nining Sunarsih (52), anak perempuannya. Sebelumnya, rasa rindu selalu menghampiri setiap hari selama 1,5 tahun kepergian Nining.

Yah, awal tahun 2017 silam, tepatnya pada tanggal 8 Januari 2017 silam, warga Kampung Cibunar, RT 05 RW 02, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat ini dilaporkan tenggelam dan hilang terseret ombak di Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat saat merayakan libur tahun baru di pantai itu. 

Menurut sejumlah keterangan, saat Nining terseret ombak, pihak keluarga sempat melihatnya melambaikan tangan meminta pertolongan. Namun sayangnya, proses penyelamatan Nining gagal. Sejak saat itu, keberadaan Nining tidak diketahui. Dia pun dinyatakan hilang.

Beberapa waktu kemudian, polisi sempat menemukan sesosok mayat perempuan di perairan tempat Nining dilaporkan tenggelam. Namun keluarga yakin kalau jasad itu bukan lah Nining. Tes DNA pun pernah dilakukan. Namun hasilnya tidak diketahui. Karena itu, kembalinya Nining dalam kondisi hidup, Minggu (1/7) dinihari sendiri membuat gempar warga.

Nining sendiri ditemukan dalam kondisi hidup di pantai tempat ia pernah dilaporkan tenggelam. Tating awalnya tak percaya anaknya bisa ditemukan kembali. Namun setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, ia langsung menangis bahagia. 

Tating cerita, proses penemuan Nining sendiri bermula ketika Sabtu (30/6) malam, ia dan 9 anggota keluarga lainnya mendatangi pantai di mana Nining dilaporkan tenggelam. Dorongan untuk datang dan menjemput Nining itu sendiri muncul setelah Jejen, paman Nining berulang kali mendapat mimpi. Dalam mimpinya, Nining minta dijemput di pantai tempat ia tenggelam.

Berbekal 'isyarat' itu, mereka mendatangi pantai tersebut. Setibanya di sana, ke 10 keluarga Tating berpencar. Mereka baru berkumpul lagi setelah Jejen menemukan putrinya terbaring di pantai dengan posisi kepala ke arah pesisir.

Yang membuat Tating heran, saat itu kondisi pantai tengah ramai oleh pengunjung. Namun tak ada yang melihat Nining yang terbaring di dekat tenda-tenda yang didirikan pengunjung tersebut. 

"Posisinya ramai, banyak orang yang bakar ikan yang main gitar. Anehnya tidak satupun yang melihat anak saya tergeletak di pinggir pantai," lirih Tating menceritakan peristiwa saat menjemput anaknya di pesisir pantai, Senin (2/7).

Yang lebih mengejutkan, saat ditemukan Nining masih mengenakan pakaian dan sendal yang sama seperti saat ia tenggelam 18 bulan silam. Kondisinya pun tidak berubah. Tidak seperti pakaian yang telah lama terendam di lautan. Hanya saja, sekujur tubuh Nining dari rambut hingga kaki, dipenuhi pasir pantai.

Kondisi Nining sendiri tampak shock. Ia tidak bicara. Keluarga kemudian membawanya ke Rumah Sakit untuk memeriksa kesehatannya setelah sebelumnya dimandikan oleh Tating. 

Belakangan diketahui, kasus seperti yang dialami Tating bukan yang pertama kali terjadi. Menurut catatan Basarnas Sukabumi, 2 tahun silam, peristiwa serupa juga pernah terjadi. Kejadiannya di Pantai Ujunggenteng, Sukabumi.

Koodinator Pos SAR BAsarnas Sukabumi, Aulia Solihanto cerita, korban tenggelam saat itu tercatat sebagai warga Ujunggenteng. Bahkan korban sempat dinyatakan hilang selama 2 tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali dalam kondisi hidup di kawasan Pantai Pangandaran.

"Kejadian serupa pernah terjadi, waktu tepatnya kapan saya lupa ada di arsip. Peristiwa korban tenggelam warga Ujunggenteng hilang selama 2 tahun lalu ditemukan di kawasan Pantai Pangandaran," kata Aulia kepada awak media di rumah Nining, Senin (2/7).

Menurutnya korban berjenis kelamin pria. Saat ditemukan ia linglung, seperti hilang ingatan. 

"Butuh satu tahun untuk bercerita dan ceritanya memang menurut kami tidak logis, bagaimana dia bisa hilang tenggelam kemudian pulang ke rumah," lanjutnya.

Menurut pengakuan korban, kata dia, ia berjalan-jalan di dasar lautan. 

"Dia juga cerita-cerita mistis lainnya. Tapi mau bagaimana lagi itu cerita dia dan sulit untuk dibuktikan. Saat ini korban tersebut sudah ber haji," tandas Aulia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: