Kunjungi ASAFF, Jokowi Ramaikan Pameran Inovasi Pertanian

TrubusNews
Thomas Aquinus
02 Juli 2018   22:15 WIB

Komentar
Kunjungi ASAFF, Jokowi Ramaikan Pameran Inovasi Pertanian

Presiden Jokowi saat mengungjungi ASAFF 2018 di JCC Senayan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam kunjungannya ke pameran Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Presiden yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam kagum dengan sayuran yang tumbuh dengan budidaya hidroponik.

Kedatangan Presiden membuat suasana pameran menjadi lebih ramai. Pengunjung pameran yang hadir saat itu tampak antusias untuk bersalaman dan berfoto bersama Presiden.

Sambil menyapa dengan pengunjung, Presiden kemudian berkeliling meninjau stan produk-produk pertanian yang dipamerkan. Pertama, Presiden mengunjungi stan komoditas pertanian seperti bawang, cabai, paprika, dan kentang.

Baca Lainnya : 5 Masalah Utama Pertanian Menurut HKTI

Setelah itu, stan berikutnya yang dikunjungi Presiden adalah stan tanaman hidroponik. Di beberapa stan, Presiden pun sempat berbincang dengan pemilik produk.

Pameran ASAFF yang mengusung tema “Transforming Challenges into Opprotunities: Agricultural Innovation and Food Security” ini pun dipamerkan berbagai inovasi di bidang pertanian. Presiden pun meninjau stan alat-alat pertanian modern mulai dari drone hingga Controlled Atmosphere Storage (CAS) atau mesin penyimpanan yang bisa menyimpan bahan pangan segar hingga 6 bulan.

Terkait inovasi ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa inovasi bisa menjadi kunci sukses di bidang pertanian, misalnya tercapainya swasembada pangan.

"Swasembada pangan bisa terjadi, bahkan kedaulatan pangan akan terjadi manakala inovasi kita dorong dan kita kembangkan. Kata kunci untuk suksesnya suatu pertanian harus mendorong inovasi mulai dari bibit hingga pengolahan pascapanen," kata Menteri Pertanian.

Baca Lainnya : Pagelaran ASAFF 2018 Akan Menhasilkan Dua Hasil Konkret Ini

Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Umum HKTI Moeldoko menyampaikan, bahwa negara-negara yang memiliki tingkat kemajuan di bidang pertanian pasti memiliki inovasi yang sangat tinggi. Menurutnya, pertanian Indonesia pun bisa lebih berkembang dengan pendekatan teknologi yang dibudidayakan.

"Masyarakat kita hampir sebagian masih menggunakan pendekatan tradisional. Berbagai inovasi di sini kita ambil, kita komunikasikan dengan para pengusaha sehingga nanti semua pengembangan produk itu bisa dikembangkan dan digunakan oleh petani," pungkas Moeldoko. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: