Petani Minta Kementan, Tambah Target Program Asuransi Pertanian

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Juli 2018   14:45 WIB

Komentar
Petani Minta Kementan, Tambah Target Program Asuransi Pertanian

Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Trubus.id -- Berbagai upaya dilakukan untuk menyejahterakan para petani di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan program asuransi untuk para petani.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) pun sudah mulai menjalankan program ini. Dan rencananya, tahun ini Kementan akan menargetkan 1 juta hektare lahan pertanian didaftarkan dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Baca Lainnya : 30 Ribu Hektare Sawah di Bali Diasuransikan

Rencana tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir. Ia pun meminta agar pemerintah menambah target yang telah ditetapkan. Pasalnya, sudah banyak petani yang berminat mengikuti asuransi pertanian ini.

“Awalnya kan asuransi ini masih kurang sosialisasi dan kurang petugas. Kalau sekarang kendala tersebut sudah berkurang, dan petani sudah banyak yang berminat. Jadi 1 juta ha masih kurang,” ujar Winarno di Jakarta, Senin (2/7).

Menurutnya, saat ini para petani pun memerlukan asuransi pertanian ini lantaran kondisi cuaca yang semakin buruk setiap tahunnya. Sementara, jika menggunakan asuransi dengan dana sendiri, petani belum mampu merealisasikannya.

Untuk itu, dikatakan Winarno, biaya usaha tani yang dikeluarkan petani masih sangat tinggi, sementara pemasukan yang didapatkan masih sangat kecil.

“Kalau memang asuransi pertanian itu nantinya petani membayar 100 persen, sebaiknya ketentuannya diubah. Kalau sekarang kan biaya ganti rugi diberikan kalau puso atau gagal panen sebesar 70 persen. Sementara dari 1 hektare sawah, terdapat 7 petak, dan yang rusak hanya 1 petak, itu tidak diganti kerugiannya. Kalau ketentuannya masih seperti itu, petani tidak mau mengikuti asuransi pertanian dengan dana sendiri,” sambungnya.

Baca Lainnya : Petani Jangan Takut Rugi, Pemerintah Janjikan Asuransi Tani

Saat ini, dengan program asuransi pertanian ini, pemerintah menanggung premi sebesar 80 persen, yang artinya petani hanya membayar sekitar Rp36.000 setiap musim tanam.

Meski semakin diminati petani, pihaknya berharap kedepannya asuransi pertanian ini dapat menjangkau semua wilayah di Indonesia. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: