Pemkot Sukabumi Mulai Waspadai Peredaran Bawang Merah "Palsu"

TrubusNews
Ihsan Maulana
02 Juli 2018   17:15 WIB

Komentar
Pemkot Sukabumi Mulai Waspadai Peredaran Bawang Merah "Palsu"

Ilustrasi (Foto : Trubus.id / Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Pemerintah Kota Sukabumi, dalam hal ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop UKMPP), saat ini mulai mewaspadai potensi peredaran bawang merah palsu yang diduga bisa memasuki pasar daerah tersebut.

"Jadi antisipasi ini setelah adanya rilis dari Kementerian Pertanian, terkait adanya oknum perusahaan yang menjual bawang merah palsu, sehingga harus diwaspadai," ujar Kepala Diskop UKMPP Kota Sukabumi, Ayep Supriatna di Sukabumi, Senin (2/7).

Baca Lainnya : Kasus Penyelundupan Bawang Bombai Diduga Libatkan Kementan

Ia menjelaskan, bawang merah "palsu" ini sebetulnya adalah bawang bombay yang berukuran kecil, yaitu di bawah 5cm dan dijual Rp7 ribu hingga Rp10 ribu. Selanjutnya, ada ulah spekulan yang juga memanfaatkan bawang bombay dengan memanipulasinya menjadi bawang merah.

Mengingat harganya yang lebih rendah dibandingkan bawang merah asli yang berkisar Rp25 ribu hingga Rp32 ribu per kilogramnya, tentu hal ini bisa menyebabkan kerugian yang harus diwaspadai konsumen dan pedagang.

Perbedaan ciri fisik bawang merah "palsu" dengan bawang merah asli adalah jumlah umbi bawang merah asli ada tiga padaam setiap satuannya, sedangkan bawang merah "palsu" hanya ada satu umbi.

Baca Lainnya : Teliti Sebelum Membeli, Ini 4 Perbedaan Bawang Meral Asli dengan Bawang Merah 'Palsu'

Kemudian aroma bawang merah asli lebih kuat, bila dibandingkan dengan bawang merah palsu. Lalu kandungan airnya tidak terlalu banyak.

"Meski kami belum menerima laporan adanya bawang merah palsu di pasaran, tetapi masyarakat diimbau untuk teliti dalam membeli komoditas ini," tutup Ayep.[NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: