Agar Bisa Jual Beras dalam Kemasan, Petani Bisa Manfaatkan Dana Desa

TrubusNews
Ihsan Maulana
29 Juni 2018   19:15 WIB

Komentar
Agar Bisa Jual Beras dalam Kemasan, Petani Bisa Manfaatkan Dana Desa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto : Trubus.id/ Ihsan Maulana)

Trubus.id -- Kesejahteraan para petani di Indonesia masih menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia. Untuk itu, Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta agar petani beralih dengan tidak lagi menjual gabah, melainkan menjual beras berbentuk kemasan agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Menanggapi permintaan ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebutkan, dibutuhkan berbagai langkah untuk merealisasikan hal itu. Petani sendiri petani harus lebih dulu memperhatikan kesiapan fasilitasnya. Salah satunya masalah ketersediaan gudang.

Baca Lainnya : Jokowi: Petani Sejahtera, Ketenteraman Bangsa akan Terjaga

"Ya tentu ada langkah-langkah yang harus diambil. Misalnya jika petani panen dia bisa panen sendiri. Kalau dia panen sendiri dia punya gudang enggak? Kalau nggak ada gudang, maka hasil panen ditaruh di mana?" ujar Darmin di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (29/6).

Kemudian, Darmin menyebutkan, pemerintah sebenarnya sudah memberikan fasilitas pendukung itu. Salah satunya dalam bentuk anggaran dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat ke berbagai desa di seluruh Indonesia.

"Untuk itu, dari dana desa perlu membangun gudang-gudang di desa, jadi presiden itu bicaranya maunya tuh begitu. Kita punya dana desa, gede lagi. Lalu kita punya KUR untuk mengkredit dryer," imbuhnya.

Baca Lainnya : Ini Pesan Khusus Jokowi Soal Pemanfaatan Dana Desa

Darmin merasa, permintaan itu juga bisa mensejahterakan petani, karena beras kemasan dinilai lebih memiliki nilai jual dan menguntungkan dibanding hanya berbentuk gabah.

"Karena memang dari itu akan membuat bagian harga yang diterima petani menjadi lebih besar. Kalau jual gabah kering, katakan lah kering harganya berapa kalau jual beras harganya berapa selisihnya berapa, selisihnya ya banyak juga. Maka kalau bisa dijual dalam bentuk beras, ya akan lebih bagus penghasilan dia jauh lebih bagus," tutup Darmin. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: