Jokowi: Petani Sejahtera, Ketenteraman Bangsa akan Terjaga

TrubusNews
Thomas Aquinus
29 Juni 2018   10:00 WIB

Komentar
Jokowi: Petani Sejahtera, Ketenteraman Bangsa akan Terjaga

Presiden Jokowi saat pembukaan ASAFF 2018 di Istana Negara (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan profesi petani sangat penting karena akan menentukan masa depan dan kelangsungan seluruh bangsa sebagaimana pangan merupakan kebutuhan dasar manusia.

“Sudah sering saya sampaikan bahwa urusan pangan adalah urusan masa depan. Masa depan dunia dan masa depan negara. Manusia bisa pergi, silakan ke bulan, silakan ke planet, robot-robot makin canggih diciptakan silakan. Tapi yang namanya kebutuhan pangan tidak mungkin tergantikan,” ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (28/6).

Pada kesempatan itu Presiden meresmikan acara Pembukaan Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, yang dihadiri oleh ratusan petani dan anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Baca Lainnya : Kasus Bawang Merah Palsu Terungkap, Petani Berharap Ada Efek Jera  

Presiden menyampaikan, pangan akan terus menjadi kebutuhan dasar manusia. Artinya, petani akan terus jadi profesi yang sangat strategis dan sangat mulia. “Dan profesi petani akan turut menentukan masa depan sebuah negara, menentukan kelangsungan sebuah bangsa,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada kehidupan dan kesejahteraan petani. “Sebab apabila petani sejahtera, insyaallah ketenteraman bangsa akan terus terjaga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga berpesan agar petani tidak berjalan sendiri-sendiri. 

Baca Lainnya : Pagelaran ASAFF 2018 Akan Menhasilkan Dua Hasil Konkret Ini

“Buatlah kelompok yang namanya Poktan, Gapoktan. Tapi itu belum cukup. Untuk jadi sebuah kekuatan besar, buatlah kelompok yang lebih besar lagi. Kelompok besar petani, kelompok besar Poktan, kelompok besar Gapoktan yang sering saya sampaikan yang namanya korporasi petani,” ujarnya.

Menurutnya, harus ada korporasi Gapoktan, korporasi Poktan dan harus ada korporasi petani dalam jumlah besar. “Sehingga ada skala ekonomisnya. Kalau swasta besar bisa, saya meyakini petani juga bisa,” ucapnya.

Baca Lainnya : 5 Masalah Utama Pertanian Menurut HKTI

Presiden juga menekankan pentingnya pengelolaan pertanian yang harus profesional. “Orang mengerti urusan produksi, tapi juga harus mengerti urusan pemasaran. Karena keuntungan terbesar, sekali lagi, bukan saat kita menanam atau panen, tapi keuntungan terbesar ada pada pascapanennya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Presiden juga berdialog dengan beberapa perwakilan petani yang hadir di antaranya petani lengkeng, petani cabai, petani lada, dan petani kopi. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: