Pemilik Ikan Arapaima yang Dilepas di Sungai Brantas, Kini Diperiksa Petugas

TrubusNews
Syahroni
28 Juni 2018   10:30 WIB

Komentar
Pemilik Ikan Arapaima yang Dilepas di Sungai Brantas, Kini Diperiksa Petugas

Ikan arapaima saat hendak dilepas ke Sungai Brantas. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Asal usul ikan Arapaima gigas yang ditemukan warga di Sungai Brantas, Jawa Timur akhirnya terkuak. Petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bahkan sudah berhasil menemukan pemiliknya yang berinsial HG. Dari rumahnya, petugas mendapati 22 ekor ikan sejenis.

Ikan tersebut ditemukan di dua lokasi yang berbeda yakni di Sidoarjo dan Mojokerto, Jawa Timur. Kepala BKSDA Jawa Timur Nandang Prihadi mengatakan, dari rumah HG di Canggu, ditemukan 4 ekor ikan Arapaima yang ada di kolam budidaya. Kemudian, 18 ekor ditemukan di rumah HG di Desa Trosobo, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Satu dari Empat ekor ikan yang di kolam (di Canggu) kemudian dibawa ke Balai Karantina Ikan," ungkap Nanang, Rabu (27/6). 

Baca Lainnya : Warga Sempat Pergoki Orang yang Melepas Ikan Arapaima ke Sungai Brantas

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (KIPM) wilayah Surabaya I, Muhlin menambahkan, terkait adanya pengakuan seorang wanita dalam video yang jadi viral, pihaknya masih melakukan penyelidikan. 

"Yang tanya ada undang-undangnya nggak? Semuanya pada protes ikan predator dilepas. Kita sudah konsultasi," ujar wanita di video yang viral itu.

Muhlin menyebut, kepada penyidik HG ternyata mengaku tidak pernah melakukan konsultasi kepada pihak mana pun, termasuk dari lembaga pemerintah untuk melepas ikan-ikannya ke Sungai Brantas.

"Saya tanya sudah konsultasi, sudah dapat izin. Siapa yang kasih izin, sosialisasi. Siapa yang kasih tahu. Dia mengelak. Itu cucunya (wanita di video viral) yang bilang gitu. Dia (HG) bilang nggak pernah dapat izin," ujar Muhlin.

Baca Lainnya : Viral, Ikan Arapaima Rakasasa Dilepas ke Sungai Lokal Bikin Netizen Geram

Meski demikian, HG mengakui, ikan itu adalah miliknya. Namun ikan itu diberikan ke temannya untuk dititipkan saja. 

"Kami masih selidiki. Kemarin dia bilang ke saya, dia ngasih (ikan Arapaima) ke teman. Dia titip jangan sekali-kali dibunuh karena ikan itu sudah lama dipeliharanya. Mengelaknya begitu. Titip pesan jangan dibunuh karena sudah keluar banyak biaya," kata Muhlin lagi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: