Uniknya TPS di Sumba Timur dalam Balutan Tenun Ikat Warna Alam

TrubusNews
Karmin Winarta
27 Juni 2018   15:00 WIB

Komentar
Uniknya TPS di Sumba Timur dalam Balutan Tenun Ikat Warna Alam

TPS 5 Kelurahan Prailiu, Waingapu Sumba Timur (Foto : Rambu Chiko)

Trubus.id -- Secara serentak, hari ini, Rabu (27/06) seluruh rakyat Indonesia melaksanakan haknya sebagai warga negara untuk memilih pemimpinnya. Antusias warga dalam merayakan pesta demokrasi ini sangat tinggi. Hal ini tampak dalam pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibikin unik dan menarik.

Salah satu TPS yang didesain sangat unik dan original ini adalah TPS 5 Kelurahan Prailiu, Waingapu, Sumba Timur, NTT. Di TPS ini seluruh dindingnya dibalut dengan tenun ikat warna alam khas Sumba Timur yang memukau.

Selain dinding, meja dan aksesorisnya juga menggunakan kain tenun ikat. Para calon pemilih pun semuanya memakai kain tenun ikat. Para laki-laki memakai baju adat dengan memakai kain tenun dengan style yang khas lengkap dengan ikat kepala. Sementara para ibu atau gadis memakai sarung tenun ikat warna alam dengan berbagai motif.

Kain tenun ikat Sumba Timur memang telah dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata tempat ini. 

(Foto: Rambu Chiko) 

Pemilik Rambu Chiko Artshop memosting suasana TPS dengan balutan kain tenun ikat warna alam ini dalam akun media sosialnya. Salah satu netizen mengungkapkan, ide ini sangat menarik, karena memanfaatkan momen pilkada sekaligus mempromosikan budaya.

Selain tenun ikatnya, Sumba juga dikenal dengan destinasi wisatanya yang kini mulai populer. Beberapa tempat wisata di Sumba yang perlu dikunjungi adalah Kampung Raja Prailiu, Kampung adat Rende, Pantai Londa Lima, Pantai Tarimbang, Laguna Weekuri, Kampung Tarung, Bukit Wairinding, Bukit Persahabatan dan lainnya.

Setiap tahun juga terdapat festival budaya yang tak boleh dilewatkan, diantaranya parade 1000 kuda Sandelwood, Festival kain tenun dan masih banyak lagi. 

Trubus Mania berminat ke sana? [KW]

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: