Terlibat Penyelundupan Benih Lobster, 2 Petugas Avsec Bandara, Ditangkap Polisi

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
26 Juni 2018   21:45

Komentar
Terlibat Penyelundupan Benih Lobster, 2 Petugas Avsec Bandara, Ditangkap Polisi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berbagai upaya dilakukan para pelaku penyelundupan benih lobster atau benur ke luar wilayah Indonesia. Yang membuat geram, mereka juga memperdaya petugas keamanan bandara untuk memuluskan aksi mereka. Seperti yang bari diungkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang ini contohnya.

Pihak kepolisian dan petugas Bea Cukai Bandara Soetta berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster yang melibatkan petugas keamanan maskapai. Karena ulahnya, 2 oknum petugas keamanan maskapai itu pun ditangkap.

Baca Lainnya : Gagal ke Vietnam, Benih Lobster Senilai Rp 3,7 Miliar, Diamankan Polisi

"Di sini ada keterlibatan avsec yang membiarkan barang berisi baby lobster melalui x-ray. Setelah barang tersebut lewat pada security check point 1, masuk ke conveyor bagasi, diperiksa kembali oleh bea cukai," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, AKBP Victor Togi Tambunan kepada wartawan, Selasa (26/6).

Ia cerita, rencanannya, puluhan ribu benih lobster itu akan diselundupkan ke Singapura, 10 Juni silam. Saat itu seorang wanita berinisial JL diminta membawa koper berisi 18 ribu baby lobster oleh pria berinisial AS (DPO) dengan pesawat Lion Air JT 162.

Sebelum berangkat, JL kemudian menghubungi 2 oknum Avsec APS maskapai berinsial MI dan SH. Saat itu lah mereka merencanakan cara untuk meloloskan barang selundupan itu dan pembayarannya.

"Pada pertemuan tersebut, dibicarakan rencana dan strategi penyelundupan benih lobster sehingga tersangka JL dapat terbebas dari pengecekan x-ray," ujar Victor.

Baca Lainnya : Harganya Menggiurkan, Benih Lobster Indonesia Jadi Incaran

Saat hari keberangkatan, JL berhasil lolos dari pemeriksaan pertama. Namun saat kopernya diperiksa petugas bea cukai. Saat itulah didapati 18 ribu baby lobster tanpa sertifikat dan izin pengiriman.

Setelah diselidiki, ketiga tersangka diketahui menerima bayaran dari AS. Jumlah yang diterima JL dengan petugas maskapai pun berbeda.

"Dari hasil pemeriksaan ini tersangka JL ini dijanjikan bayaran sebesar Rp 2 juta sedangkan MI dan SH menerima bayaran Rp 15 juta," lanjutnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: